Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

Hadiri CFD Hari Jadi BPOM ke 18, Wabup Syamsuddin Uti: Banyak Masyarakat Belum Kenal BPOM

Minggu, 10 Februari 2019

Wabup Syamsuddin Uti menyampaikan sambutan. (Foto:Humas Inhil)

INDRAGIRI HILIR-Wakil Bupati Syamsyddin Uti menghadiri Car Free Day, Minggu (10/2/2019) di Jalan Swarna Bumi Tembilahan. Kehadirannya sejalan dengan Peringatan Hari Jadi BPOM ke-18 yang mengusung tema BPOM18Funfest "Bersama Berbakti untuk Negeri, Indonesia Kuat dan Mandiri".

Seperti biasa, CFD diawali dengan senam bersama. Kali ini terdapat senam KLIK dari BPOM sebagai salah satu cara BPOM mengkampanyekan tugas dan fungsinya kepada masyarakat. Tampak hadir Kapolres diwakili Kasat Lantas AKP Anindhita Rizal, Kajari Susilo SH, Ketua Komisi 1 DPRD HM Yusuf Said, Kadisparporabud Junaidi SSos MSi, Kepala BPBD Yuspik, Kepala Kantor BPOM di Inhil Ayi Mahpud Sidik SSi Apt MH serta masyarakat. 

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam upaya mencerdaskan masyarakat, sehingga mampu memilih dan menggunakan obat dan pangan yang aman, bermanfaat serta bermutu. Selain itu, kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang obat dan pangan, utamanya tentang bahaya dan resiko dalam penggunaan obat dan pangan yang tidak memenuhi syarat serta menjalin silaturrahmi dengan instansi dan masyarakat di Inhil. 

Hari jadi BPOM ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Wabup diisi dengan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam bentuk Talkshow. Talkshow berlangsung interaktif yang dipandu oleh host kondang lokal dengan narasumber dari Pemkab Inhil, Kepala Kantor BPOM Inhil, dan Dinas Kesehatan. 

Kepala Kantor BPOM di Inhil mengatakan, BPOM sebagai lembaga pemerintah non kementerian memiliki tugas mengawasi peredaran obat dan makanan di wilayah Indonesia sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Salah satu faktor yang menggiurkan para pelaku usaha tergiur di produk ini adalah memperoleh keuntungan dalam usaha ini. Seiring dengan permintaan obat dan makanan yang besar, semakin banyak jenis dan merk obat dan makanan yang beredar di masyarakat. 

"Tren perkembangan obat dan makanan juga terjadi di Inhil. Di sisi lain, produk obat dan makanan tersebut masih banyak yang tidak memiliki izin edar dan mengandung bahan yang berbahaya," urainya. 

Selama kurun waktu 18 tahun, BPOM terus berupaya melakukan pembenahan dan berinovasi sesuai perkembangan ilmu dan teknologi. "Sedangkan BPOM di Inhil baru berdiri sejak Oktober 2018 lalu. Sehingga diperlukan sinergitas dan kerjasama yang lebih intens dalam pengawasan obat dan makanan di Inhil," sebutnya. 
 
Sementara Wabup Syamsuddin Uti menyampaikan selamat ulang tahun kepada BPOM. Selaku Pemkab Inhil dirinya memberi apresiasi atas kegiatan produktif tersebut. Dirinya mengaku, banyak masyarakat Inhil yang belum mengenal BPOM. Sehingga BPOM harus menunjukkan eksistensi kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan adanyan Badan POM ini masyarakat dapat terbantu dalam memilih obat dan makanan yang aman dan bebas dari bahan yang berbahaya," harapnya. 

Diungkapkan, secara geografis Inhil merupakan kabupaten yang memiliki letak strategis dalam mengimpor obat dan makanan. "Di Inhil ini banyak juga makanan-makanan yang masuk, terutama makanan-makanan yang masa kada luarsanya sudah habis. Kadang masyarakat tidak tahu hal itu. Jika masyarakat mengkonsumsi itu maka akan berakibat pada kesehatan," tuturnya. 

Di akhir sambutannya selaku Pemerintah Daerah, pihaknya sangat berterimakasih dengan keberadaan BPOM ini. "Untuk kegiatan selanjutnya perlu dikomunikasikan dengan baik dengan pihak terkait," tukasnya. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus