Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Kolom

Hakekat Malu Menurut Islam

Selasa, 28 Agustus 2012


Oleh : Yuhendri Syarif S.Ag*

Manusia diciptakan Allah SWT dengan sangat sempurna. Kepada manusia diberikan rasa malu yang sebenarnya kepada makhluk lain tidak diberikan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, malu itu sebagian dari iman. Itu berarti, setiap orang yang beriman mesti memiliki rasa malu. Malu merupakan rasa yang menghalangi manusia untuk melakukan hal-hal yang akan menghinakannya di mata Allah SWT dan dimata manusia.

Namun hari ini kita merasa cemas, karena rasa malu itu sudah sangat kurang. Kita melihat banyak orang yang melakukan maksiat ditempat yang terlihat oleh orang banyak. Tempat-tempat umum seperti mall, jembatan penyebrangan, halte-halte bahkan di atas kendaraan orang melakukan maksiat. Kenapa dia tidak merasa malu? Ataukah rasa malu itu sudah hilang, sehingga prilaku kita sudah seperti makhluk yang memang tidak diberi rasa malu?.
    
Nabi Muhammad SWA mengatakan, jika tidak ada rasa malu dalam diri manusia, maka berbuatlah sekendaknya. Ini menunjukkan, rasa malu itu bisa menghalangi manusia dari hal yang hina. Namun sayang, rasa malu itu nampaknya memang sudah tak ada. Ironinya, kadang-kadang sudah ditegurpun dia marah bukannya malu dengan perbuataanya yang tidak pantas dikerjakan makhluk yang memiliki rasa.

Nabi juga mengingatkan, rasa malu berpasangan dengan iman. Jika salah satu di antaranya hilang, maka akan hilang keduanya. Karena itu, seiring dengan menipisnya iman, maka rasa malupun menguap. Karena itu, jadilah manusia sebagai makluk yang tak bermoral.

Adat Minangkabau mengajarkan, agar masyarakatnya memiliki rasa malu dan membiasakan sesuatu yang baik. Tujuannya agar kelak merasa malu melakukan sesuatu yang tidak baik. Adat di Minangkabau juga mengajarkan agar masyarakat selalu menggunakan raso jo pareso. Itu berarti, rasa malu orang Minangkabau harus tinggi. Kalau orang Minangkabau tidak lagi memiliki rasa malu maka hilang minangnya.

Makanya, marilah kita budayakan rasa malu dalam diri kita. Karena rasa malu itu merupakan sikap mulia. Ketika manusia memiliki rasa malu, dia akan menjadi baik dan bermoral dan tidak menjadi manusia yang suka berbuat maksiat, tidak rakus, tidak korupsi, tidak merusak dalam masyarakat dan tidak suka mencelakakan orang lain. Mari menjadi insan dengan rasa malu yang tinggi dan mendidik anak-anak dengan budaya malu agar generasi muda ke depan bisa jauh lebih bermartabat. (***)

*Guru Pesantren Sabbihisma Kota Padang


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus