Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Hakim Batalkan Penetapan Tersangka Alzami, Polda Riau Kalah di Praperadilkan

Kamis, 17 Mei 2018

Hakim menangkan praperadilan Alzami. (Foto:Rtc)

PEKANBARU-Penetapan tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau terhadap Alzami dalam kasus penggelapan dan pencurian alat berat berakhir pahit. Alzami yang tak terima dijadikan tersangka, mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Alhasil, hakim tunggal PN Pekanbaru Riska Widiana SH setelah menilai dan menimbang selama sepekan memutuskan penetapan tersangka Alzami tidak sah. Dalam pertimbangan hakim disebutkan, penyidikan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau inkonsisten. 

"Dalam gelar perkara dengan keterangan saksi-saksi yang diperiksa dan dibuatkan Berita Acaranya tidak ada menyebutkan mengenai pasal yang dituduhkan kepada pemohon, yaitu Pasal 365, 368 dan 372 KUHP," kata Riska dalam sidang yang berlangsung, Rabu sore. 

Selain itu, alat bukti yang disita tidak berkesesuaian dengan pasal yang disangkakan. Hal itu menyebabkan proses penyidikan tidak sah dan berakibat tidak sahnya penetapan tersangka oleh termohon (Polda)," kata Riska. 

Atas putusan tersebut, Alzami beserta kuasa hukumnya Aditia Bagus Santoso didampingi Andi Wijaya Samuel Sando Giardo Purba dan Jhon Tua dari Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru mengaku senang. Mereka menilai hakim telah memberikan keputusan yang adil. 

"Putusan ini jadi preseden baik bagi proses penegakan hukum, khususnya proses penyelidikan dan penyidikan di kepolisian. Semoga ke depannya penyidik di Polda Riau dapat bekerja dengan lebih baik lagi demi keadilan,” harap Aditia. 

Aditia menyebut, kasus itu adalah masalah keluarga dan tidak seharusnya ditingkatkan ke penyidikan. "Perkara bisa diselesaikan secara kekeluargaan, karena tidak hanya melibatkan korban (Alzami) tapi juga saudara dan orangtua kandungnya," ulas Aditia. 

Permasalahan berawal saat Alzami dilaporkan kakak kandungnya Aznur Affandi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau atas tuduhan melakukan penggelapan alat berat pada Desember 2017 lalu. Aznur yang merupakan anak ketiga Hj Zawyah menyebutkan alat berat itu adalah miliknya yang dibeli atas nama anaknya Silvia Roza. 

Hanya dalam waktu dua bulan, yakni pada akhir Februari 2018, Alzami ditetapkan jadi tersangka. Dalam persidangan, Hj Zawyah, ibu kandung Alzami dan saudara-saudaranya menyebut, tidak ada penggelapan dan perampasan alat berat dilakukan Alzami. Mereka menyatakan, alat berat itu milik keluarga dan dipercayakan kepada Alzami untuk mengelola perkebunan keluarga di Desa Ujung Tanjung, Rokan Hilir. 

Alat berat dibeli tahun 2009 lalu. Sebelum dibeli, terlebih dahulu dilakukan musyawarah dengan keluarga. "Aznur mengatakan, kita butuh alat berat untuk mengelola kebun. Disetujui, akhirnya Aznur pergi membeli.Tidak hanya alat berat, pembelian aset lainnya juga dilakukan secara musyawarah. Setelah dibeli Aznur, bukti-bukti pembelian dipegang olehnya. 

Namun Agustus 2017, Aznur datang dan menyebutkan semua harta adalah miliknya, termasuk alat berat dibeli atas nama anaknya Silvia Rosa. (*)



Editor : Boy Surya Hamta
Sumber : Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus