Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Hakim Vonis Kepala Bank RiauKepri Rumbai 7 Tahun Penjara

Selasa, 30 April 2013


PEKANBARU-Ketua majelis hakim tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Ida Ketut Suarta, Senin (29/4) menjatuhkan vonis kepada mantan Kepala Cabang Bank RiauKepri unit Rumbai, Khairul Rusli dengan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 6 bulan penjara bila denda tidak dibayar. Khairul sendiri tidak pernah hadir dalam persidangan karena telah menjadi buron.

Pada saat bersamaan, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada terdakwa lainnya, Ketua Koperasi Tani Nelayan Andalan (KTNA), Alisius Yahya. Sedangkan terdakwa, Amril Daud, mantan Pimpinan Seksi Operasional Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Rumbai akan divonis, Rabu (1/4) besok. Majelis hakim juga mewajibkan terdakwa Khairul Rusli untuk membayar uang pengganti senilai Rp325 juta dan kalau tidak dibayar akan diganti dengan kurungan badan 1 tahun penjara.

Sementara terdakwa Alisius Yahya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta dengan subsider 3 bulan penjara kalau denda tidak dibayar oleh Majelis Hakim yang diketuai Pasti Tarigan SH. Majelis Hakim juga mewajibkan terdakwa Alisius membayar uang pengganti sebesar Rp244 juta dan kalau tidak dibayar diganti kurungan badan 1 tahun penjara.

Dalam amar putusannya majelis hakim yang berbeda menyatakan, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi bersama-sama. "Karena itu, kedua terdakwa telah mengalanggar pasal 2 ayat 1 junto 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor," ujar Hakim Ketua.

Putusan tersebut, menurut hakim, diambil sudah sesuai dengan fakta persidangan dan keterangan para saksi. "Selain itu putusan juga diambil sudah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan," ungkap hakim. Usai Majelis Hakim membacakan putusannya terdakwa Alisius dan JPU menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Seperti diketahui dugaan korupsi tersebut terjadi di tahun 2006 silam. Saat itu, sekitar 81 anggota KTNA mengajukan kredit ke Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Rumbai. Guna memuluskan kredit, puluhan anggota koperasi ini mengagunkan sertifikat lahan sawit milik masyarakat di Desa Sako Margasari, Kecamatan Logas Tanah Datar, Kabupaten Kuantan Singingi. Atas dasar itu, lalu Kepala Cabang Pembantu Rumbai Khairul Rusli menyetujui kredit. Setiap anggota koperasi akhirnya mendapatkan uang Rp45 juta.

Berdasarkan penyidikan, ternyata uang Rp45 juta tidak pernah mengalir ke 81 anggota koperasi nelayan tersebut. Diduga, ketiga tersangka sudah 'kongkalikong' dengan memanfaatkan koperasi masyarakat tersebut. Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau, akhirnya ditemukan kerugian negara mencapai Rp3,4 milyar. (trp/bsh)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus