Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Harga CPO Lesu, LSIP dan SIMP akan Buy Back Saham

Rabu, 24 April 2013


JAKARTA-Khawatir dengan sentimen negatif penurunan harga komoditas yang kian menekan harga saham, tiga emiten perkebunan mengambil langkah antisipatif lewat pembelian kembali saham atau buy back. Emiten tersebut adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) dan PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Komisaris Utama BWPT, Tjipto Widodo mengatakan, BWPT sedang mempertimbangkan buyback saham BWPT di level harga saat ini. "Secara makro industri kelapa sawit masih menjanjikan" kata Tjipto, Selasa (23/4) di Jakarta.

Namun langkah konkret ditunjukkan SIMP dan LSIP. SIMP berniat membeli kembali maksimum 315 juta saham atau 2 persen dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dalam pengumumannya, kemarin, SIMP menganggarkan dana buyback hingga Rp 350 miliar.

Harga buyback maksimal pembelian saham diprediksi sekitar Rp1.111,11 per saham. Harga itu 22,1 persen lebih tinggi dari harga SIMP, kemarin di posisi Rp910 per saham. Sedangkan, LSIP berniat membeli kembali maksimum 31 juta saham yang beredar atau setara dengan 0,46 persen dari saham LSIP yang ditempatkan dan disetor penuh.

LSIP mengalokasikan dana sebanyak Rp60 miliar termasuk biaya transaksi. Harga maksimum pembelian diperkirakan sebesar Rp 1.935 per saham atau 13,82 persen di atas harga penutupan LSIP, kemarin di level Rp1.700 per saham.

Analis Mega Capital Indonesia, Arief Fahruri mengatakan, rencana buy back saham akan menguntungkan emiten tersebut ke depannya. "Sebab, saham buy back akan masuk treasury stock untuk dijual kembali," kata Arief.

Momen ini juga dirasa tepat karena turunnya kinerja emiten berbasis minyak kelapa sawit (CPO) akibat buruknya perekonomian negara-negara konsumen CPO seperti Eropa, India dan Cina. Arief lebih menyarankan investor untuk menghindari emiten sektor CPO, karena belum ada sinyal pembalikan arah menjadi positif alias bullish. (kci/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus