Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Harga CPO Terseret Pelemahan Harga Minyak Mentah

Rabu, 17 April 2013


JAKARTA-Harga minyak kelapa sawit alias crude palm oil  atau CPO bakal terseret pelemahan harga minyak mentah. Pasar berspekulasi, penurunan harga minyak akan menurunkan permintaan CPO sebagai bahan baku bahan bakar nabati atau biofuel.

Harga CPO untuk kontrak pengiriman Juni di Bursa Malaysia, Selasa (16/4) pukul 17.00 WIB, rebound tipis sebesar 0,17 persen menjadi RM 2.297 per ton dibanding sehari sebelumnya. Di perdagangan intraday, harga terendah CPO mencapai RM 2.293 per ton.

Analis senior Monex Investindo Futures, Ariana Nur Akbar berpendapat, kenaikan harga CPO saat ini hanya rebound teknikal, karena harga sudah jatuh terlampau dalam. Biasanya, harga komoditas ini akan masuk ke dalam fase konsolidasi terlebih dahulu, sembari menanti adanya informasi lebih lanjut.

Peran minyak mentah masih sangat vital dalam proses produksi dan distribusi. "Di saat harga minyak mentah rendah, minat terhadap biofuel otomatis berkurang," ujarnya. Kemarin, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pukul 17.00 WIB, terkoreksi 0,52 persen menjadi US$ 88,25 per barel.

Sepi sentimen positif

Indikasi perlambatan ekonomi China sampai saat ini juga masih berpengaruh terhadap pergerakan harga CPO. Biro Stastistik China menyebutkan, pertumbuhan ekonomi China di kuartal I sebesar 7,7 persen,  lebih rendah dari pertumbuhan di kuartal-IV 2012 yang sebesar 7,9 persen.

CPO juga tertekan oleh data Intertek yang menyatakan ekspor CPO di Malaysia selama 15 hari pertama di April turun 4 persen menjadi 648.275 ton dibanding periode yang sama pada Maret. Menurut analis Philip Futures Indonesia, Juni Sutikno, stok CPO Malaysia dan Indonesia tampaknya masih cukup tinggi. Ini tidak diimbangi sinyal kenaikan permintaan, baik dari India maupun China.    

Secara teknikal, Ariana melihat, sinyal bearish masih cukup kuat. Indikator guppy multiple moving average (GMMA) yang diwakili exponential moving average (EMA) jangka pendek dan jangka panjang, belum membuka celah penguatan. Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih berada di area negatif, dengan pergerakan flat. Indikator stochastic sudah melewati titik oversold 20, namun belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan naik.    

Sampai akhir pekan ini, Ariana memperkirakan, harga CPO bakal melemah terbatas di kisaran RM 2.247 sampai RM 2.322 per metrik ton. Proyeksi Juni, harga CPO akan tertekan di rentang RM 2.100 hingga RM 2.495 per metrik ton. (kci/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus