Situs Portal Berita Riau
bintang florist
facebook twitter fokusriau on google plus
NasionalHarga Sawit Sumbar Anjlok

Minggu, 20 Mei 2012 - 18:19:09 WIB


PAINAN-Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) anjlok dari Rp1.100 menjadi Rp850 per kilogram sejak sepekan terakhir.

"Pekan lalu, kami masih mendapati harga TBS Rp1.100 per kilogram. Kini pedagang pengumpul hanya membeli Rp850 per kilogram," kata Wendri (38), petani sawit di Pesisir Selatan, Minggu (20/5).

Menurutnya, penurunan harga TBS tersebut disebabkan tingginya kadar air pada TBS dari pedagang pengumpul ke pabrik pengolahan "crude palm oil" (CPO) yang ada di Kecamatan Pancung Soal. Kuat dugaan, saat TBS berada di mobil untuk diangkut (dijual) ke pabrik, pedagang pengumpul terlebih dahulu menyiram TBS dengan air. Hal itu dimaksudkan untuk menambah berat saat dilakukan penimbangan di pabrik.

"Kita menduga harga ini turun akibat pedagang pengumpul menyiramkan air ke TBS saat berada di mobil untuk dijual ke pabrik. Dengan kondisi itu, pembeli di pabrik harus menurunkan harga dengan potongan kadar air,"  ujarnya. Dengan adanya pemotongan harga dari pabrik akibat tingginya kadar air tersebut, pedagang pengumpul juga menggunakan kesempatan itu dengan menurunkan harga pembelian TBS ke petani.

Saat panen hingga dilakukan penjualan ke pedagang pengumpul yang datang langsung ke areal perkebunan masyarakat untuk membeli TBS, petani telah berupaya menjaga kualitas TBS supaya harga dapat bertahan pada posisi bagus. "Ternyata berbeda dengan pedagang pengumpul, ia tidak memerlukan kualitas itu, namun keuntungan besar yang diharapkan. Alhasil yang jadi imbasnya tetap petani," paparnya.

Hingga kini, harga TBS di tingkat petani tetap ditentukan oleh pedagang pengumpul karena penjualan TBS dari petani hanya dapat dilakukan kepada pedagang pengumpul yang langsung menjemput ke kebun masyarakat. Untuk itu, dia meminta pemerintah mencari solusi terbaik dalam mengendalikan harga TBS, baik di tingkat petani maupun di pabrik sehingga ke depannya petani tidak selalu dirugikan oleh pedagang pengumpul.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Peternakan Pesisir Selatan mencatat, lahan perkebunan sawit khusus milik masyarakat sekitar 20.318 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan dari 12 kecamatan yang ada. Kecamatan tersebut adalah Lengayang, Basa Ampek Balai Tapan, Batangkapas, Sutera, Pancung Soal, Lunang Silaut dan Koto XI Tarusan. (ant)


Berita terkait :


Terkini
Terpopuler




 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus