Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Harimau Sumatera Muncul di Lokasi Minyak Chevron, Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya

Kamis, 08 Agustus 2019

Ilustrasi harimau muncul di pemukiman warga. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kemunculan harimau Sumatera di Kampung Minas Barat, Kabupaten Siak, Riau, Rabu kemarin mengundang perhatian banyak pihak. Apalagi, harimau tersebut muncul di penampungan minyak dari sumur Gathering Station (GS) 5 PT Chevron Pacivic Indonesia (CPI).

Habitat Conectifity Managenent Coordinator WWF Sumatera Tengah, Febri Anggriawan menilai, kemunculan harimau sumatera itu diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitaran daerah tersebut. "Kita menduga bisa jadi karena kebakaran hutan dan lahan," ujar Febri.

Namun demikian, Febri menilai, ada faktor lain yang membuat si raja hutan itu muncul ke lokasi dekat pemukiman masyarakat. Menurut Febri, harimau juga bisa berpindah mencari teritori atau areal baru.

"Harimau memiliki wilayah jelajah yang luas yang mencapai 40 kilometer. Selain kebakaran lahan, ancaman lain yang terjadi misalnya alih fungsi habitat dan perburuan satwa," katanya.

Disebutkan, kemunculan harimau di pemukiman masyarakat memang jarang terjadi. Berbeda dengan gajah di Riau, yang sering muncul dan terlihat oleh manusia. "Gajah sering muncul dan terlihat di pemukiman masyarakat, sehingga dilaporkan sebagai konflik," ujarnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Suharyono mengatakan, harimau yang muncul dan berhasil diabadikan videonya oleh karyawan CPI diduga berasal dari empat kawasan konservasi yang ada di Riau. Wilayah jelajahnya mencakup Suaka Margasatwa Balai Raja, Giam Siak Kecil, Bukit Batu atau Zamrud.

Selasa kemarin, Kabupaten Siak yang berdekatan dengan habitat gajah terjadi kebakaran lahan. Kabut asap menyebar kemana-mana, dan diduga mengganggu habitat gajah.

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, kebakaran lahan di Siak masih terjadi hingga saat ini. Petugas gabungan dari TNI Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api masih berjibaku melakukan pemadaman. "Petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di areal lahan yang terbakar," kata Edwar.

Dikatakan, kebakaran lahan sudah berlangsung di Desa Mempura Hulu, Kabupaten Siak ada lahan terbakar seluas 2 hektare. Desa Sei Betung, Kabupaten Siak seluas 1 ha. Di Jalan Waja Wangsa dekat PT Cosmic Desa Kampung Tualang, Kabupaten Siak seluas 1 ha. 

Kemudian di Desa Rawa Air Putih, Kabupaten Siak seluas 1 ha. Dan terakhir di Km 87 Objek vital Taman Nasional Zamrud kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak bertambah terbakar hingga 0,15 ha. (*)



Editor: Evi Endri
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus