Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Hatinya Bergetar Setiap Dengar Suara Azan, Akhirnya Foo Bawa Keluarganya Masuk Islam

Minggu, 17 Februari 2019

Walikota Mahyeldi (kanan) memberikan wejangan Foo tentang Islam. (Foto:Rizal/FokusRiau.Com)

PADANG-Walikota H Mahyeldi Ansharullah membimbing pembacaan syahadat satu keluarga non muslim di Kota Padang, Sumatera Barat. Adalah Foo Mose dan istrinya Tisnowati serta dua anaknya, Haropal (8) dan Halimahtusadiyah (2 bulan) bersama-sama membacakan kalimat syahadat, Sabtu (17/2/2019) malam.

Pembacaan syahadat menandai Foo dan keluarganya sah memeluk agama Islam. Prosesi pembacaan syahadat dibimbing walikota usai salat Isa berjamaah di Mushalla Al Ishlah Komplek Kehutanan Gunuang Sarik Vila Idaman RT.08 RW 01, Kelurahan Gunuang Sarik, Kecamatan Kuranji, Padang.

Setelah pembacaan kalimat syahadat, Walikota Mahyeldi memberikan wejangan khusus kepada Foo dan istrinya agar lebih mendalami Islam. Sesungguhnya, pertemuan antara satu dengan lainnya, termasuk jodoh dan maut adalah kehendak Allah SWT dan atas semua terjadi atas izinnya.

"Termasuk rezki seseorang, itu Allah SWT yang menentukan. Maka yakinlah, Allah SWT maha mengetahui. Allah yang disembah harus diyakini. Allah menciptakan seluruh jagad raya serta berkuasa atas bumi dan langit," urai Mahyeldi.

Mahyeldi juga memberikan contoh, ketika manusia berjalan mengayunkan langkahnya. Sekiranya dalam berjalan kaki kanan di depan, tangan yang ikut ke depan pasti tangan kiri, sekiranya sama pasti tidak enak tubuh ini. 

"Karena itu, Allah SWT menciptakan manusia seperti ini. Ketika kaki kiri melangkah ke depan, tangan kanan ke depan untuk memberikan keseimbangan kepada manusia. Begitu juga kepada makluk lainnya di bumi ini. Begitu besar ciptaan Allah SWT yang semuanya memberikan manfaat bagi manusia," ujar Buya Mahyeldi.

Karena itu, Allah SWT meminta manusia mengerjakan salat dan menjauhi larangannya serta minta tolong dan bermohon untuk memberikan rezeki yang halal. 

Selain itu, kepada pengurus mushala Al Ishlah dan masyarakat Perumahan Kehutanan diminta untuk menjadikan Foo dan kelurganya sebagai bagian dari keluarga muslim yang baik dan memberikan bimbingan tentang Islam. "Ajarkan cara berwuduk yang benar, salat yang benar dan membaca al quran yang benar serta mengajarkan larangan Allah SWT," ujar Mahyeldi.

Sementara tokoh masyarakat Perumahan Kehutanan Sungai Lareh Khalil mengatakan, keinginan Foo untuk memeluk Islam memang telah lama diniatkan dan tidak ada unsur paksaan. Setelah ada niat Foo masuk Islam, Khalil langsung menemui pengurus Mushalla Al Isllah.

Sebelumnya, Foo menganut kristen. Namun setiap mendengar azan di Mushalla Al Isllah, hatinya selalu bergetar. Apalagi ketika azan subuh, getaran di hatinya kian kuat. "Foo mengaku jiwanya begitu tenteram dan ada rasa nyaman setiap mendengar azan," kata Foo yang tinggal dekat kediaman Khalil.

Hal yang sama juga dialami Haropal, anak laki-laki Foo. Setiap salat Jumaat, dia selalu minta izin kepada Foo untuk melaksanakan salat jumat. Kini, setelah dibimbing secara Islam oleh Walikota Mahyeldi, Foo langsung menukar namanya menjadi Muhamad Fauzi Islah. Nama tersebut mengandung arti, Fauzi menang dan Islah artiny perbaikan dan damai. (*)

 
 
 

Penulis: Rizal
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus