Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Hatta: Redenominasi Bukan Sanering, Jangan Salah Paham

Senin, 28 Januari 2013


SIDOARJO- Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menekankan pentingnya pemahaman masyarakat akan makna redenominasi mata uang, guna menghindari kesalahpahaman yang memicu terjadinya distorsi informasi. Menurutnya, masyarakat harus seratus persen mengerti bahwa redenominasi hanyalah penyederhanaan, bukan pemotongan nilai.

"Masih banyak masyarakat kita yang belum memahami apa itu redenominasi. Jangan sampai dianggap sebagai sanering atau pemotongan nilai uang. Itu tidak baik karena dapat menimbulkan distorsi," kata Hatta, di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (27/1) seperti dilansir Kompas.com.

Guna menyelesaikan penyebaran informasi mengenai redenominasi ini, ucap Hatta, sangat penting dilakukan sosialisasi yang lebih mendalam. Pasalnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memahami makna redenominasi yang seyogyanya akan disongsong Indonesia beberapa waktu mendatang.

Ia sendiri memahami sejumlah risiko andaikata redenominasi mengalami kegagalan. Sejumlah negara yang pernah gagal menyederhanakan mata uang seperti Rusia, Argentina, Zimbabwe, Korea Utara, dan Brasil akhirnya menemukan masalah yang cukup pelik, yaitu inflasi. Namun Brasil sendiri akhirnya dapat berhasil setelah melancarkan program redenominasi untuk kedua kalinya pada tahun 1994.

Untuk itu, lanjut Hatta, pemerintah tak akan gegabah meluncurkan program redenominasi tanpa adanya sosialisasi yang matang. "Ada negara yang sukses melaksanakan (penyederhanaan) ini, tetapi ada juga negara yang gagal dan malah menimbulkan inflasi. Kita tentu tidak ingin gagal, oleh sebab itu harus hati-hati," ucap besan presiden Indonesia ini.

Bank Indonesia (BI) saat ini menggagas redenominasi guna menyederhanakan pecahan rupiah yang dinilai sudah sangat tidak efisien. Pola penyederhanaan tersebut dilakukan dengan memotong (menghilangkan) tiga digit terakhir mata uang, namun tak akan mengurangi nilai mata uang itu sendiri. (kcm/dp)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus