Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Hidup Prihatin Tanpa Listrik, Walikota Mahyeldi Kunjungi Rumah Ali di Gunung Pangilun

Jumat, 09 Juni 2017

Walikota didampingi Lurah Andi Amir menyerahkan santunan. (Foto:Yurizal/FokusRiau.Com)

PADANG-Hidup tanpa listrik, tanpa sanitasi yang baik, sempit dan dipenuhi tumpukan barang rongsokan. Inilah kondisi rumah Ali Munar (50), warga Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara yang dikunjungi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama tim Singgah Sahur,  Jumat dini hari tadi.

Di rumah tidak layak itu, Ali Munar tinggal bersama seorang anak laki-lakinya. Sebelumnya bersama tiga orang anak, tetapi karena kondisi ekonomi yang sulit, saudara dari istrinya mengambil alih pengasuhan anak kembarnya. Sementara sang istri harus bekerja di tempat lain.

Ali Munar seperti mengalami suatu tekanan jiwa. Terkadang nyambung diajak bicara, tetapi adakalanya seperti orang linglung. Meskipun demikian, pria yang mencari nafkah mengumpulkan barang bekas atau maraok itu terlihat sangat menyayangi keluarganya. Anak bungsunya, Ramadan yang berumur 10 tahun berada dalam asuhannya. Anak laki-laki itu tumbuh sehat dan cerdas serta berprestasi di sekolahnya.

Walikota Mahyeldi tersentuh melihat kenyataan keluarga tersebut. Berkali-kali dia mengusap pundak dan kepala Ramadan sembari memberikan motivasi untuk mengejar cita-cita. Dia juga mengajak sang ayah berbincang,  tetapi pria yang memakai banyak gelang logam di lengannya itu lebih banyak diam.

Beruntung, kerabat dan tetangga sekitar yang turut peduli juga telah membantu penerangan di rumah Ali Munar dengan genset. Sehingga rombongan yang datang tidak kegelapan. Warga kaum suku Tanjung beserta ninik mamaknya hadir pula di rumah itu menyambut rombongan Walikota, sehingga banyak hal yang bisa dijelaskan terkait maksud kunjungan saat menjelang sahur itu.

"Kita motivasi keluarga ini, terutama anak-anaknya yang pintar-pintar harus tetap sekolah," kata Mahyeldi.

Menurutnya, kunjungan dilakukan agar pemerintah mengetahui lebih jauh kondisi masyarakatnya. Dengan demikian, pemerintah memahami kesusahan warga dan merasakan beratnya beban hidup dari masyarakat. "Ini kita lakukan agar mengetahui dan merasakan kesulitan warga sehingga keberadaan pemerintah dirasakan masyarakat," ujar Mahyeldi.

Disebutkan, rumah Ali Munar akan segera dibedah melalui program Baznas Kota Padang dengan alokasi anggaran Rp25 juta. Tidak menutup juga adanya bantuan baik donatur pihak lain maupun swadaya keluarga, sehingga rumah yang dibangun kualitasnya lebih bagus. "Rumah ini segera dibangun Baznas. Anggaranya Rp25 juta. Bisa juga ditambah jika ada pihak donatur dan swadaya keluarga," sebutnya.

Tidak hanya pembangunan rumah, Mahyeldi minta disegerakan pembangunan akses jalan yang ada di lingkungan Kampung Tanjung tersebut. "Akses jalan disini penting. Lurah agar segera mengusulkan pelaksanaannya melalui fasilitas lingkungan atau penganggaran lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Maetek Rajo Bangkeh selaku ninik mamak suku Tanjung  mewakili keluarga menyampaikan terima kasih kepada Walikota Mahyeldi dan tim.  "Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Walikota beserta tim yang meluangkan waktu datang ke rumah anak kemenakan kami. Bahkan akan dibantu pula pembangunan rumahnya yang sudah buruk, " kata Rajo Bangkeh.

Ditambahkan, Kampung Tanjung sudah banyak menikmati hasil pembangunan terlebih sejak Kelurahan Gunung Pangilun dipimpin lurahnya Andi Amir. Termasuk pengusulan pembangunan rumah tidak layak juga karena proaktif lurah untuk mengusulkan bantuan. 

Sementara itu, Lurah Gunung Pangilun Andi Amir diakui sangat dekat dengan warga. Sehingga setiap program yang digulirkan selalu bersinergi dengan semua unsur masyarakat. "Kedekatan Pak Lurah dengan warga sangat menumbuhkan kedekatan pula di hati kami terhadap pemerintah," ucap Maetek polos. (derius utama)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus