Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

Hilang Sudah Ekspor Mobil Indonesia ke Vietnam, Ternyata Ini Penyebabnya

Jumat, 20 April 2018

Ekspor Toyota dari Indonesia menapai 1 juta unit. (Foto:TMMIN)

PEKANBARU-Kendala ekspor kendaraan untuk masuk ke Vietnam, karena berlakunya persyaraan non-tarif oleh pemerintah Vietnam ternyata belum juga menemui titik terang. Padahal, masalah ini sudah mengemuka sejak 2017 lalu. 

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diwakili Ketua Umum Johannes Nangoi mengatakan, kalau pada kuartal pertama 2018 ini ekspor kendaraan ke Vietnam masih nol.

“Vietnam itu dari sisi kebijakan tariff barrier (hambatan tarif) sudah selesai, tapi dari segi non-tariff barrier, ataupun dari sisi hambatan teknis masih ada handicap (rintangan),” ucap Nangoi, Kamis (19/4/2018). 

“Sampai saat ini, ekspor ke Vietnam dari bulan Januari sampai Maret masih nol. Kami sangat mengimbau kepada pemerintah untuk bisa negoisasi lagi ke Vietnam supaya kami bisa ekspor, karena kalau tidak, sangat disayangkan kita tidak ekspor,” tutur Nangoi. 
 
Nagoi menyebut, kalau kontribusi ekspor ke Vietnam cukup ternyata lumayan besar. Rata-rata satu tahun total ekspor mobil nasional sekitar 225.000 unit, di mana untuk Vietnam sendiri sekitar 30.000-40.000 unit. “Jadi cukup signifikan,” kata Nangoi. 

Isi Surat Gaikindo Gaikindo sebelumnya sudah menulis surat 2017 lalu kepada Kemendag, memberikan informasi soal Peraturan Pemerintah Vietnam No. 116/2017IND-C penghambat ekspor kendaraan bermotor ke Vietnam yang mempersyaratkan: 

1. Overseas vehicle type approval (VTA) requirement for CBU from manufacturer country (pada umumnya VTA dilakukan oleh instansi yang berwenang di negata importir). 

2. CBU lot by lot test (per shipment) requirement for CBU importers (emission and safety test), di mana pada umumnya persyaratan tersebut hanya sekali untuk satu tipe).

Laporan lainnya dalam surat disebutkan, anggota Gaikindo (Toyota, Daihatsu, Hino dan Suzuki) telah menghentikan rencana produksi sejumlah 9.337 unit (Desember 2017 - Maret 2018) untuk tujuan ekspor ke Vietnam, sampai adanya kepastian regulasi dari Pemerintah Vietnam. (*)



Penulis  : Andi Affandi
Editor  : Boy Surya Hamta
Sumber : Kompas.Com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus