Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

HUT RI ke 74, Bupati HM Wardan Hadiri Pemberian Remisi Warga Binaan Lapas Tembilahan

Minggu, 18 Agustus 2019

Bupati HM Wardan didampingi sekdakab di Lapas Tembilahan. (Foto:Humas)

INDRAGIRI HILIR-Bupati HM Wardan menghadiri penyerahan remisi umum kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tembilahan sempena HUT Proklamasi RI ke 74, Sabtu (17/8/2019).

Sebanyak 503 warga binaan Lapas Klas IIA Tembilahan menerima remisi dan tiga orang langsung dinyatakan bebas. Menurut Bupati, warga binaan diberikan remisi atau pengurangan masa hukuman setiap kali memperingati HUT Republik Indonesia. Remisi diberikan kepada narapidana dan anak yang menjalani binaan di Lapas maupun Lapas Khusus Anak.

"Remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku memperbaiki kualitas diri, meningkatkan kompetensi dan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri. Mereka dapat mengembangkan usaha dalam membangun perekonomian nasional," urai HM Wardan membacakan pidato dari Menhumham Yasonna Laoly.

Bupati menegaskan, program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan sesuai dengan tema perayaan ke-74 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni SDM Unggul Indonesia Maju, sama-sama memiliki fokus dalam upaya peningkatkan SDM. 

Dia mengajak semua pihak memandang persoalan kelebihan isi penghuni lapas dari sisi berbeda, yaitu sebagai modal utama dalam pembangunan nasional. “Kelebihan isi penghuni menunjukkan lapas/rutan sebenarnya memiliki aset dan potensi luar biasa untuk mendukung berjalannya kegiatan ekonomi kreatif sehingga pada akhirnya dapat penghasilkan Pendapatan Negara Bukan Pajak sebagai bentuk kontribusi Pemasyarakatan kepada negara,” tegasnya.

Diharapkan, warga binaan yang masih menjalani masa hukuman maupun yang sudah bebas pasca pemberian remisi agar dapat patuh dan taat hukum serta norma sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan Maha Pencipta maupun sesama manusia.

Kepala Lapas Klas II A Tembilahan, Agus Pritiatno menjelaskan, remisi yang didapat oleh 503 warga binaan tersebut bervariasi dari sisi lama remisi yang diberikan. Besaran pemberian remisi terhadap warga binaan, dikatakan Agus bergantung pada lamanya warga binaan telah menjalani masa hukuman.

"Besaran tahun pertama 1 bulan, tahun kedua 2 bulan, tahun ketiga 3 bulan, tahun keempat 4 bulan, tahun kelima 5 bulan, tahun keenam 5 bulan, tahun ketujuh dan seterusnya itu 6 bulan," ungkap Agus.

Terdapat beberapa regulasi yang mengatur tentang pemberian remisi. Dasar pemberian remisi kepada warga binaan, diungkapkan Agus, mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat Dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi.

Agus menuturkan, remisi yang diberikan kepada warga binaan terbagi ke dalam 5 jenis, yakni remisi umum, remisi khusus, remisi atas dasar kepentingan kemanusiaan, remisi tambahan dan remisi susulan.

"Yang hari ini negara berikan kepada 503 orang warga binaan kita adalah remisi umum dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke - 74. Semoga dengan pemberian remisi ini, warga binaan kita atau warga binaan yang dinyatakan bebas pada hari ini dapat memperbaiki diri dan kehidupannya," tukas Agus.

Dalam acara pemberian remisi umum kala itu, turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, Kasdim 0314/Inhil, Wakapolres Inhil, Kepala KPPBC Tembilahan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Inhil dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Pada acara itu pula, Bupati dan unsur Forkopimda Kabupaten Inhil beserta tamu lainnya berkesempatan untuk melihat karya seni dan keterampilan dari para warga binaan Lapas Klas II A Tembilahan. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus