Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Ibu Tiga Anak di Rokan Hulu Riau Divonis Masa Percobaan Usai Mencuri Sawit PTPN V

Kamis, 04 Juni 2020

Rica bersama tiga anaknya usai menjalani sidang. (Foto:Merdeka.com)

ROKAN HULU-Majelis hakim Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian menyatakan Rica Marya Boru Simatupang (31) bersalah dan divonis hukuman masa percobaan selama dua bulan. Rica sebelumnya disangkakan mencuri tiga janjang buah sawit milik PTPN V Sei Rokan, Tandun, Rokan Hulu, Riau. 

Meski tak ditahan, namun ibu tiga anak ini harus menjalani hukuman masa percobaan. Warga Langgak Desa Koto Tandun, Kecamatan Tandun itu sebelumnya harus menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dengan Hakim Tunggal Rudy Cahyadi‎ SH.

‎Saat sidang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian, Rudy Cahyadi dengan Panitera Pengganti Suridah SH menjatuhkan hukuman percobaan terhadap terdakwa Rika, karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian ringan.

Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap‎ terdakwa dengan pidana kurungan selama tujuh hari dengan ketentuan pidana tersebut tidak perlu dijalani, kecuali di kemudian hari‎ ada perintah lain dalam putusan hakim yang telah berkuatan hukum tetap oleh karena tindak pidana lain sebelum percobaan selama dua bulan.

Vonis dijatuhkan dengan pertimbangan jika dilakukan penahan, maka tidak ada yang menjaga tiga buah hatinya. Sementara suami Rica bekerja di luar daerah. Rika dibebankan dengan membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau, Budi Raharjo Kisnanto, Rabu (3/6/2020) mengatakan, ibu rumah tangga yang berusia 31 tahun itu divonis bersalah lantaran melanggar Pasal 354 KUHP setelah menjalani satu kali proses persidangan cepat di Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian, di hari Selasa itu.

"Dalam hal ini sudah disidangkan dan dengan putusan nomor 43/pid.c/2020/pn atas nama Rica Marya Boru Simatupang dijatuhi pidana penjara tujuh hari karena terbukti melakukan pencurian pidana ringan," katanya.

Raharjo mengatakan, Rica tidak perlu menjalani masa tahanan. Namun jika selama masa percobaan selama dua bulan ibu tiga anak itu melakukan atau terlibat tindak pidana maka putusan bisa di atas bisa diterapkan.

Dijelaskan, jika kasus yang menjerat Rica terjadi pada 31 Mei 2020 lalu. Kasus itu berawal saat Rica bersama kedua temannya kepergok sekuriti saat mencuri buah sawit di areal PTPN V Kebun Sei Rokan, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Namun, dua rekan Rica berhasil kabur, sementara Rica ditangkap dan langsung digelandang ke Mapolsek Tandun. Sekuriti PTPN V pun kemudian melaporkan Rica dengan tuduhan pencurian tiga tandan buah sawit dengan kerugian Rp76.500.

Dalam perkara ini, menurut Raharjo, Rica terjerat tindak pidana ringan karena nilai kerugian di bawah Rp2,5 juta. Untuk itu, proses penyidikan dilakukan dengan skema acara pemeriksaan cepat atau APC.

Dalam skema APC, penyidik kepolisian tidak melibatkan jaksa dalam pelimpahan berkas ke Pengadilan setempat. "Jadi penyidik langsung melimpahkan berkas perkara ke pengadilan untuk langsung di sidang. Jaksa hanya menerima dan melakukan putusan hakim," jelasnya.

Dalam perkara ini, dia mengatakan Kejaksaan Negeri Rokan Hulu berperan sebagai eksekutor. Artinya, jaksa lah yang akan memantau masa percobaan selama dua bulan terhadap Rica. Jika selama dua bulan dia terlibat pidana kembali, maka Rica bisa langsung dieksekusi untuk ditahan selama tujuh hari.

Kisah Rica sebelumnya menjadi sorotan setelah dia mengaku nekat mencuri tandan buah sawit karena ketiga anaknya yang masih di bawah lima tahun merengek kelaparan. Sementara, dia tidak lagi memiliki beras. Pada saat kejadian, Junaidi, suami Rica yang merupakan buruh kebun disebut tidak lagi berada di rumah. Rica pun mengaku kalut dan nekat mencuri sawit untuk mencuri beras.

Polisi telah berusaha untuk memediasi kasus itu agar berujung damai. Namun, sekuriti perusahaan disebut tetap bersikukuh untuk melanjutkan kasus itu hingga bergulir ke pengadilan. Foto-foto Rica bersama tiga anaknya yang tengah menunggu sidang pun sebelumnya sempat viral di media sosial. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus