Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Indonesia Butuh 733.000 Guru Sekolah Negeri, Guru Honorer Berpeluang Jadi PNS

Jumat, 09 Maret 2018

Indonesia butuh ratusan ribu guru. (Foto:Ilustrasi)

JAKARTA-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut, Indonesia masih mengalami kekurangan guru sekolah negeri dengan jumlah mencapai 733.000 guru.

"Kami sudah menghitung kekurangannya, awalnya 988.000 guru. Namun setelah dihitung kembali, ada redistribusi guru, meliputi guru keahlian ganda dan guru multi tingkatan juga dihitung. Dengan demikian, kebutuhan guru di sekolah negeri menjadi 733.000 guru," ujar Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Hamid Muhammad, Jumat pagi di Jakarta.

Dijelaskan, pihaknya sudah menyampaikan kondisi kekurangan guru tersebut kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Jumlah guru yang kurang tersebut mulai dari TK, SLB, SD, SMP, SMA maupun SMK.

"Tapi kemampuan negara tidak mampu mengangkat semuanya menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Saya dapat informasi dari teman yang di Kemenpan, yang akan diangkat sekitar 1,5 kali yang pensiun. Misalnya yang pensiun 62.000 guru, maka yang akan diangkat menjadi CPNS sekitar 93.000 guru. Separuh dari jumlah itu untuk menutupi guru yang pensiun," ulas Hamid.

Kendati demikian, Hamid menjelaskan, hal itu baru formulasi, berapa alokasinya akan ditentukan oleh Kemenpan RB dan Kementerian Keuangan. "Untuk alokasinya ditentukan Kemenpan dan Kemenkeu, karena untuk mengangkat 100.000 guru sekarang, sama artinya mengangkat 200.000 guru pada masa lalu karena memperhitungkan tunjangan dan sebagainya," papar Hamid.

Selain itu, Hamid berharap, tahun ini akan ada pengangkatan guru produktif dan dapat direalisasikan pada tahun ini. Kemdikbud mencatat, kebutuhan guru produktif mencapai 94.553 guru.

Disinggung untuk pengangkatan guru honorer, Hamid mengatakan honorer mempunyai peluang sama untuk ikut serta dalam seleksi CPNS dan diangkat menjadi PNS. Meski demikian, ia mengaku tak ada prioritas pengangkatan untuk guru honorer. Kemenpan RB menyebutkan rekrutmen CPNS akan dilakukan usai pemilihan kepala daerah atau Pilkada 2018. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus