Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Indonesia Tuan Rumah Pameran Makanan Asia

Kamis, 20 September 2012


JAKARTA-Indonesia kembali terpilih sebagai tuan rumah Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2012. Alasan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah, karena angka pertumbuhan konsumsi makanan olahan di Indonesia mencapai 51 persen sejak lima tahun terakhir. 

Ketua Komite Program dan Kerjasama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gappmi), Yusuf Hady di Jakarta, Kamis (20/9) mengatakan, sebagai negara dengan angka populasi tertinggi di ASEAN, Indonesia menguasai 51 persen dari total konsumsi bahan makanan di wilayah itu. 

Apalagi kesepakatan ASEAN, Australia, New Zealand Free Trade Agreement (AANZFTA) menempatkan Indonesia sebagai pasar yang paling diminati untuk perdagangan bebas bea cukai atas 90 persen barang dan jasa yang diproduksi negara AANZFTA pada 2015. 

"Tingginya angka pertumbuhan itu menarik minat para produsen makanan olahan di seluruh dunia untuk menjadikan Indonesia sebagai target pemasarannya. Akibatnya, makanan olahan impor membanjiri negara ini dan menjadi alternatif baru bagi para konsumen," paparnya. 

Pameran Fi Asia akan diadakan di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, mulai tanggal 3-5 Oktober 2012 dan diharapkan dapat membangun daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global. "ASEAN tumbuh pesat menjadi salah satu pasar industri makanan dan minuman dengan angka pertumbuhan yang tinggi, dengan berbagai produk berkualitas tinggi dan pasar konsumen yang terus meningkat. Sehingga wilayah itu dibidik para pemain kunci industri tersebut," kata Yusuf. 

Senior Vice President UBM Asia Christopher Eve mengatakan, Fi Asia kembali ke Jakarta tahun ini untuk mengumpulkan para pelaku bisnis industri makanan. Fi memperluas portfolionya hingga ke Indonesia dengan nama Fi Asia dan diselenggarakan setiap tahun secara bergantian oleh Indonesia dan Thailand. 

Lebih dari 400 pemain utama lokal dan internasional dari 40 negara berkumpul untuk menyuplai, membangun jaringan, dan mengembangkan bisnis mereka di wilayah ASEAN. "Melalui Fi Asia, wawasan para produser lokal terhadap industri makanan dan minuman akan lebih terbuka," katanya. (mic) 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus