Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Indra Muchlis Dianugerahi Gelar Bapak Desa Mandiri

Selasa, 05 Maret 2013


Kebijakan H Indra Muchlis Adnan menyediakan dana sekitar Rp50 miliar setiap tahun dari APBD Kabupaten Inhil untuk menjalankan program Desa Mandiri, ternyata berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga di 192 desa dan kelurahaan yang tersebar di 20 kecamatan. Sejak tahun 2006 hingga saat ini, setiap tahun Pemkab Inhil memberikan dana Rp250 juta hingga Rp500 juta per desa.

Bahkan dalam penerapannya, desa dan kelurahan diberi keleluasaan menentukan ke mana saja anggaran yang diserahkan. Pemkab tidak ikut campur, namun tetap melakukan pengawasan agar anggaran yang diberikan tepat sasaran.

Enam tahun berjalan, program Desa Mandiri yang digagas Indra membuat desa-desa di Inhil mengeliat, infrastruktur yang selalu menjadi kendala sudah terbangun, perlahan-lahan daerah yang terisolir mulai dapat dilalui dengan menggunakan jembatan yang dibangun melalui program tersebut. Begitu juga berbagai fasilitas lainnya yang dibutuhkan masyarakat di pedesaan. Saat ini, jumlah desa dan kelurahan yang mencapai 236, terus berlomba untuk membangun daerahnya menuju visi Inhil Berjaya Gemilang di tahun 2025 mendatang.

"Sekarang baru terasa benar-benar merdeka, sejak jalan dan jembatan menuju desa dibangun, saya dengan mudah membawa hasil perkebunan untuk dijual ke perusahaan, program Desa Mandiri sangat membantu kami yang berada di pedesaan," tutur Warno, warga di Kecamatan Mandah kepada Indra saat melakukan kunjungan kerja ke daerah itu.

Bagi Indra, membangun desa merupakan titik persoalan yang sesungguhnya. Kalau desa maju, maka persoalan dalam membangun daerah akan sangat mudah diantisipasi. "Ini yang menginspirasi saya untuk meluncurkan program Desa Mandiri. Setelah enam tahun berjalan, masyarakat di pedesaan dapat merasakan manfaatnya. Ini kepuasan tersendiri bagi saya selama memimpin Inhil sejak 2004 silam," ucap Indra.

Atas keberhasilan program Desa Mandiri itu, warga Kecamatan Keritang menganugerahkan gelar Bapak Desa Mandiri kepada Indra, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di kecamatan itu baru-baru ini.

Camat Keritang, Ahmad Ramani menyampaikan penobatan gelar tersebut. Gelar yang diberikan kepada Bupati, ditegaskannya sebagai kesepakatan bersama seluruh tokoh masyarakat di wilayah Selatan Inhil ini. Camat berharap, Pemkab Inhil juga memberikan penghargaan resmi kepada Indra Muchlis Adnan atas prestasinya membangun daerah dengan meluncurkan program Desa Mandiri.
     
"Kami sudah berembuk dan bersepakat menganugerahkan gelar Bapak Desa Mandiri kepada Bapak Dr H Indra Muchlis Adnan. 17 desa di Keritang sangat berterima kasih atas program yang pro rakyat itu, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi warga di pedesaan," kata Ahmad Ramani.

Dikatakan, sejak program Desa Mandiri diluncurkan, desa yang berada di pedalaman yang dulu banyak dicap sebagai tempat jin buang anak, sekarang telah berubah drastis. Tanpa adanya program Desa Mandiri, desa-desa di Keritang, diakui Camat, sangat sulit maju dan berkembang.

Tokoh masyarakat Keritang, HM Yunus, menyampaikan kesedihan warga karena beberapa bulan ke depan Indra tidak lagi menjabat Bupati Inhil. Menurut mantan Kades Kota Baru Reteh dan mantan anggota DPRD Inhil itu, Indra merupakan tokoh jenius yang mampu menciptakan pemikiran brilian dalam membangun daerah. Hal yang sama juga dikatakan Kades Kota Baru Reteh, Hamdan Yani. Menurut dia, apa yang disebut Camat Keritang itu memang sangat tepat. Gerak pembangunan di desa saat ini sangat pesat.
     
"Kami sedih, sebentar lagi ditinggal purna tugas Pak Indra. Apa mungkin pengganti nanti akan seperti beliau itu," ujar Yani.

Diakui memang, selama Indra menjabat Bupati, desa di Inhil sudah jauh bersolek. Sepuluh tahun silam, banyak desa yang tidak punya kantor. Fungsi Kades tidak lebih dari orang yang diperlukan saat akan menikah atau jual tanah. Tapi, saat ini, seluruh desa sudah punya kantor. Tiap hari terlihat aktivitas pemerintahan. Karena memang desa sudah diberikan kewenangan dalam mengelola anggaran sendiri sesuai dengan kebutuhannya.

"Itulah yang membedakan program Desa Mandiri di Inhil dengan daerah lainnya, kita serahkan sepenuhnya kepada desa, Pemkab hanya mengawasi saja agar uang yang diberikan dirasakan manfaatnya oleh warga desa. Terserah mereka, mau bikin jalan, kantor, rumah ibadah, jembatan atau infrastruktur lainnya. Program Desa Mandiri ini juga menjadi inspirasi saya, jika masyarakat Riau merestui saya untuk menjabat gubernur pada pelaksanaan Pilgubri, September 2013 nanti," tukasnya. (hr/satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus