Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pokok Pikiran

Indragiri Hilir Butuh Pemimpin Inovatif dengan Beragam Trobosan

Selasa, 06 Februari 2018

Muannif Ridwan. (Foto:Istimewa)

Oleh: Muannif Ridwan M.H.*

INDRAGIRI HILIR dikenal sebagai kabupaten dengan potensi sumber daya alam melimpah dan geografis strategis. Tembilahan sebagi ibukota dikenal sebagai kota Ibadah. Di bumi Sri Gemilang ini, terdapat hamparan pepohonan kelapa yang tumbuh subur di wilayah ini. Sektor perkebunan kelapa merupakan tulang punggung perekonomian. 

Indragiri Hilir juga memiliki berbagai komoditas tanaman perkebunan yang dikembangkan, seperti kelapa lokal, hibrida, sawit, kopi, coklat, dan pinang. Dari berbagai komoditas yang ada, tentunya kelapa lokal menjadi primadona masyarakatnya.

Berangkat dari realitas ini, seharusnya masyarakat Inhil bisa sejahtera. Tapi faktanya masih banyak yang susah makan, terpuruk secara ekonomi, tidak sulit mengambil sampel di kampung saya sendiri misalnya, Desa Mugomulyo, tanah kelahiran saya. Selama lima tahun belakangan ini makin terpuruk, seperti tidak disentuh. 

Cerita dari masyarakat ada yang susah makan sehari-hari itu bukan dongeng sebelum tidur, itu fakta. Jelas bukan isu Pilkada murahan. Karena masyarakat Mugomulyo tidak lagi bisa memanen kelapanya, kebun kelapa yang seharusnya menjadi sumber kehidupan sehari-hari rusak akibat dijamah korporasi yang tidak bertanggung jawab. 

Berbagai upaya pengurus desa sudah dilakukan untuk minta bantuan ke pengusa saat ini, tapi hasilnya tak nampak, seakan penguasa saat ini acuh, tak merespon. Baru-baru akhir ini saja penguasa mau mengunjungi Desa Mugomulyo, maklum mau Pilkada.

Hanya satu kata; Inhil harus bangkit ! Inhil butuh pemimpin baru yang berani, punya terobosan, inovasi, dan empati terhadap nasib rakyatnya. Bukan hanya program-program seremonial yang tidak berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Saatnya masyarakat Inhil harus cerdas, terutama masyarakat desa Mugomulyo, dulu desa ini sejahtera, menjadi penghasil kelapa terbesar di kecamatan sungai Batang. Bahkan banyak trasmigran dari luar Riau datang untuk mencari kehidupan layak di desa ini. Tapi sekarang mugomulyo banyak ditinggalkan penduduknya, karena tak lagi bisa mengasilkan sumber mata pencaharian. 

Inhil butuh perubahan, butuh pempimpin baru dengan semangat baru yang inovatif. Karena pemimpin yang baik itu adalah yang mampu melanjutkan program-program atau tradisi pemimpin lama yang baik dan punya inovasi yang lebih baik. Benar pepatah arab bilang, “al-muhafadzatu ala al qadimis shalih, wal akhdzu bil jadid al-ashlah”. 

Secara konteks artinya, bahwa pemimpin itu harus “menjaga atau meneruskan program/tradisi pemimpin lama yang baik dan menggagas program baru yang lebih baik.” Bukan meninggalkan yang baik karena gengsi itu program orang lain. Pemimpin itu harus menciptakan maslahat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Jadi kasus seperti desa Desa Mugomulyo itu, saya yakin terjadi juga di desa lain. Saya pernah lihat postingan beberapa kawan di sosial media terkait lahan mati di Inhil akibat kurang perhatian dari pemerintah daerah. Yang jelas Inhil ini daerah yang sangat subur, kita butuh pemimpin yang subur akan pemikiran pemikiran inovatifnya. 

Tidak cukup pemimpin itu hanya terlihat religius secara pribadi, tapi harus punya kesholehan sosial yang tinggi. Kesholehan sosial itu dapat diwujudkan dengan kepedulian sosial terhadap masayarakatnya.

Sebagai bentuk kepedulian saya terhadap tanah kelahiran. Mari mantapakn pilihan, saatnya masyarakat Mugomulyo memilih pemimpin yang punya visi-misi dan track record yang jelas. Bukan hanya slogan dan iming-iming materi. Jangan salah pilih pemimpin lagi. Ingat, dulu tahun 2008, akibat termakan isu, salah milih pemimpin. Tidak mau memilih pemimpin yang punya potensi untuk kemajuan. Akhirnya jatuh pada pilihan yang kurang tepat, dan kalah juga pilihannya. Sehingga pembangunan di Mugomulyo selalu tertinggal.

Saatnya Mugomulyo dan Inhil bangkit dengan Pemimpin Baru !

Jakarta, 6  Februari 2018
*Alumni Magister Ilmu Hukum-UIA Jakarta/ Pemerhati Kebijakan Daerah/ Aktifis Muda NU


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus