Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Ini Dia, Buku Mapel Budaya Melayu Riau yang Melecehkan Orang Tapung!

Senin, 13 Agustus 2018

Inilah buku Mapel BMR yang menyakiti perasaan orang Tapung. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Beredarnya buku pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (BMR) terbitan Inprasa untuk pelajar SMP dinilai telah menyinggung perasaan masyarakat Melayu Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Lantas apa yang tertulis dalam buku yang telah beredar di lembaga pendidikan tersebut?

Dalam Bab I, buku Mapel BMR membahas tentang objek wisata daerah Riau. Pada poin 18, terdapat objek wisata Taman Rekreasi Sekijang. Di buku ini dituliskan bahwa Taman Rekreasi Sekijang di kecamatan Tapung Hilir dalam sejarahnya merupakan tempat persembunyian sepasang pengantin yang melakukan kawin lari.

Parahnya, perkawinan kawin lari ini dituliskan dalam buku tersebut sebagai adat istiadat yang masih ada sampai saat ini, "terutama dilakukan oleh keturunan asli," demikian tertulis dalam buku pelajaran tersebut.

"Tentu saja ini adalah penghinaan dan pelecehan bagi orang Tapung. Tidak ada sejarah seperti itu, tidak pernah ada adat seperti yang dituliskan dalam buku itu. Ini fitnah keji," kata Rafizis, salah seorang anak keturunan Desa Sekijang Tapung kepada FokusRiau.Com, Minggu kemarin. 

Senada itu, anak jati Tapung lainnya, M. Adriyo Habibi menegaskan, bahwa pihak-pihak yang menulis kebohongan ini harus bertanggung jawab. "Sudahlah selama ini desa Sekijang tidak diperhatikan dalam hal pembangunan, kini justru difitnah," kata Adriyo geram.

"Kawin lari itu adalah kawin yang tidak mendapatkan restu dari orang tua, dan kawin lari itu jelas melanggar adat istiadat kami. Sedangkan di dalam buku itu, kawin lari disebut sebagai adat istiadat. Ini fitnah keji," tegasnya.

Buku pelajaran muatan lokal Budaya Melayu Riau ini ditulis oleh tiga pengarang, yakni Drs. Khalis Binsar, MM, Afder Darius, S.Ag dan Mirza Adrianus, S. Sos. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Penulis : Andi Affandi
Editor : Boy Surya Hamta


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
        Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus