Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Inilah Alasan Kenapa Rusli Zainali Belum Ditahan KPK

Sabtu, 01 Juni 2013


JAKARTA-Usai menjalani pemeriksaan pertamanya yang berlangsung hampir 10 jam di Kantor KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap PON dan izin hutan di Pelalawan serta Kabupaten Riau, Rusli Zainal tak langsung ditahan.

KPK menilai, saat ini penahanan terhadap gubernur Riau tersebut belum diperlukan. "Rusli Zainal masih menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Saya dapat informasi belum ada penahanan. Apakah ada unsur-unsur yang harus dilakukan penahanan. Sampai hari ini tersangka belum perlu ditahan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Jumat (31/5).

Johan tak menjelaskan kapan Rusli akan ditahan. Diduga berkas perkara Rusli belum mencapai 50 persen, sehingga penyidik belum perlu melakukan penahanan. "Saya menebak, kemungkinan berkasnya belum 50 persen untuk dibawa ke penuntutan, sehingga belum perlu ditahan," ungkapnya.

Saat disinggung apakah KPK pilih kasih dalam melakukan penahanan, Johan dengan tegas membantah. "Penetapan tersangka untuk ditahan tentu sejauh mana penyidik melihat perkembangan penanganan kasus. Masa penahanan itu kan ada batas waktunya. Apapun subjektifitas penyidik, tentu ada pertimbangannya," ujar Johan.
Seperti diberitakan sebelumnya, banyak kalangan memperkirakan kalau Rusli menjadi korban 'Jumat Keramat'. Karena selama ini, kebiasaan KPK selalu menahan tersangkanya ketika menjalani pemeriksaan hari Jumat. Namun hal itu tidak berlaku bagi Ketua DPP Partai Golkar tersebut.

Rusli keluar gedung KPK sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung memasuki mobil Toyota Fortuner tanpa berkomentar. Pengacaranya, Rudi Alfonso mengatakan, kliennya baru ditanyai sebatas identitas dan kewenangannya sebagai Gubernur. Karena itu, penyidik belum masuk ke tahap materi perkara. "Cuma kewengannya saja soal Gubernur, riwayat pekerjaan. Biasalah soal pekerjaan," kata Rudi kepada wartawan, sore tadi.

Saat ditanya lebih jauh, Rudi belum mau berkomentar lebih banyak soal materi kasus. Yang pasti, menurut Rudi, kliennya siap kooperatif kepada KPK. Sementara juru bicara KPK, Johan Budi membenarkan kalau pihaknya memutuskan untuk masih belum menahan Rusli. "Saya mendapatkan informasi belum ada penahanan terhadap RZ," kata Johan Budi, Jumat (31/5) sore.

Dikatakan, Rusli disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Rusli juga diduga menerima suap terkait pembahasan Perda PON Riau tahun 2012.

Kemudian Rusli Zainal juga disangka telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU nomor 31 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat satu kesatu KUHP. Rusli diduga menyuap Anggota DPRD Riau, M Faisal Aswan dan M Dunir terkait pembahasan Perda PON Riau tahun 2012.

Rusli ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Pengesahaan Pemanfaatan Hasil Hutan pada Tanaman Industri tahun 2001-2006 di Kabupaten Palelawan dan Siak, Provinsi Riau. Dia dijerat pasal 2 ayat 1, atau pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat satu satu KUHP. (trn/bsh)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus