Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Inilah Penjelasan TNI Soal Serda WS Pemukul Polisi Alami Gangguan Jiwa dan Tak Dipecat?

Minggu, 13 Agustus 2017

Serda Wira Sinaga. (Foto: Instagram)

JAKARTA-Serda Wira Sinaga, anggota TNI yang memukul anggota Satlantas Polresta Pekanbaru disinyalir mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu menimbulkan tanda tanya banyak kalangan, mengapa prajurit yang jiwanya terganggu masih bisa aktif bertugas?

"Kalau ada prajurit yang terindikasi mengalami gangguan jiwa, biasanya terdeteksi rekan-rekannya atau pimpinan di satuannya," ujar Kadispen TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh, Minggu (13/8/2017).

Prajurit yang terindikasi mengalami gangguan jiwa menurutnya diwajibkan untuk berobat dan didampingi petugas kesehatan. Dari hasil pemeriksaan dokter, menurut Denny, treatment yang diberikan pun berbeda-beda tergantung dari penyakit orang tersebut. "Kalau memang perlu dirawat atau diisolir, ya dirawat di rumah sakit bagian kejiwaan. Kalau dianggap hanya perlu berobat jalan biasanya diberi obat saja, sambil melaksanakan dinas ringan," urainya.

Menurut Denny, prajurit yang mengalami gangguan kejiwaan bisa saja diberhentikan dari TNI. Namun itu untuk yang gangguan kejiwaan nya berat dan atas rekomendasi dari dokter. "Prajurit yang mengalami gangguan kejiwaan berat bisa saja dihentikan dengan hormat dari ikatan dinas, kalau memang direkomendasikan oleh dokter dan dinilai sudah tidak layak lagi menjadi prajurit," papar Denny.

Jajaran TNI tetap akan memberikan perawatan terbaik bagi prajuritnya yang mengalami depresi atau pun masalah kejiwaan lainnya. Sebisa mungkin perawatan diberikan sampai prajurit tersebut sembuh dan bisa kembali bertugas dengan normal.

"Prajurit yang terindikasi gangguan kejiwaan tetap diperlakukan seolah-olah tidak ada sesuatu. Tetapi penugasan tetap kita batasi, artinya tugas-tugas yang mengandung resiko tidak lagi diberikan. Seperti petugas dinas dalam atau latihan yang tidak menggunakan senjata," tambahnya.

Diketahui, Serda Wira Sinaga bertugas di Makorem 031 Wirabima disebut mengalami skizofrenia. Wira tengah menjalani pengobatan jalan. "Pemeriksaan medis yang bersangkutan dilakukan April lalu dan menjalani pengobatan di rumah sakit. Dari dokter dinyatakan yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan skizofrenia," kata Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono di Medan, Jumat (11/8/2017). 

Selama bertugas di Korem Wirabima, Serda Wira Sinaga ditempatkan di bagian tim intelijen tanpa jabatan. Menurut Kolonel Edi, Serda Wira mengalami gangguan jiwa sudah sejak 6 bulan terakhir. Edi menyebutkan, anggota kepolisian di wilayah Pekanbaru sudah mengetahui 'keanehan' WS itu. Bahkan jajaran Polri di Pekanbaru disebutnya sudah maklum atas tingkah Serda Wira itu.

"Ke kantor itu apel yang lain pakai seragam, dia tahu-tahu nyelonong pakaian preman sendiri. Di pojokan. Perlu pengobatan khusus lah. Teman-temannya juga, mungkin kawan polisi juga tahu dia depresi gitu. Jadi mungkin maklum. Teman-teman polisi di sana sih memang maklum dengan kondisi orang ini. Sudah tahu," tutur Edi.

Saat ini, jajaran POM masih melakukan pemeriksaan terhadap Serda Wira. Dia sudah ditahan karena memukul Polantas dan akan diberikan sanksi. (detikcom/boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus