Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Inovasi Imigrasi Belakang Padang Kepri, Nomor Antrian Bisa Pesan via WhatsApp

Senin, 13 November 2017

Suasana di Kantor Imigrasi Belakang Padang. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

BATAM-Kantor Imigrasi Klas II Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau segera menerapkan sistem baru antrian dalam pengurusan paspor. Dimana pemohon bisa memesan nomor antrian melalui WhatsApp (WA). Nantinya, masyakarakat tidak harus datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrian seperti sekarang. 

Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Dalam waktu dekat, kita akan memberikan layanan antrian melalui pesan WhatsApp (WA). Seperti yang sudah dilakukan Kantor Imigrasi Klas I Batam melalui WA, sejak beberapa bulan lalu," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Muhammad Fahrurozi, SH, MH kepada fokusriau.Com di Belakangpadang, Batam, Senin (13/11/2017).

Didampingi Kepala Seksi Lalu Lintas dan Status Keimigrasian (Lalintuskim) Charaghiya Progo dan Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Keimigrasi Washono,  Fahrurozi mengatakan, inovasi ini dilakukan untuk menghindari antrian panjang masyarakat yang akan berurusan.

"Sistem tersebut diberi nama Layanan Antri via Whatsapp (LAW) dan akan diuji coba dalam waktu dekat. Artinya, masyarakat tidak perlu ke kantor imigrasi dan hanya mengambil nomor antrian dengan cara mengirim pesan WhatsApp. Kemudian Imigrasi akan membalas pesan tersebut dengan mengirimkan nomor antrian serta jadwal untuk datang ke kantor," ujarnya.

Charaghiya Progo menambahkan, selama ini dalam pelayanan pembuatan paspot di wilayah kerjanya, hanya membatasi nomor antrian hingga 50 orang per hari. Ini dilakukan pihaknya guna dapat melayani masyarakat mulai dari pukul 07.30 WIB hingga 16.000 WIB. Ketika ditanya berapa jumlah parpor yang dicetak sehari dan sebulan di kantor Imigrasi kelas II Belakangpadang?, Progo mengatakan perhari rata-ratanya, pihaknya mencetak sebanyak 50 buah paspor, dan dalam sebulan artinya 24 hari kerja mereka rata-rata menerbitkan paspor bagi masyarakat sebanyak 1.100 buah paspor.

Dijelaskan, pertama masyarakat datang saat memasukan permohonan sekaligus pengambilan foto dan wawancara data biometrik. Datang kedua, yaitu saat mengambil paspor yang telah selesai dicetak. Namun diakuinya, untuk pembayaran biaya pasport ke negara saat ini masih bersifat manual melalui loket pembayaran. Walau demikian, katanya masyarakat sebagai pemohon  sudah dapat mengambil paspor dalam  waktu tiga hari setelah melakukan pembayaran.

"Proses pembayaran biaya paspor saat ini, dilakukan dengan cara tunai di loket pembayaran sebesar Rp355.000 dan di ruang pelayanan Kantor Imigrasi Belakang Padang. Setelah sesi pengambilan foto dan wawancara data biometrik," ulasnya.

Di sisi lain, Washono meminta peran masyarakat membantu Imigrasi memberikan informasi tentang dugaan adanya pelanggaran perizinan tinggal atau perizinan kerja bagi warga negara asing di wilayah kecamatan Belakang Padang yang membawahi 6 kelurahan dan terdiri dari pulau-pulau ini.

"Sesuai tugas pokok dan fungsi seksi Wasdakim yakni melakukan pemantauan terhadap pelanggaran perizinan dan keimigrasian dan mengadakan kerja sama antar instansi di bidang pengawasan orang asing. Selain itu kita juga melakukan penyidikan dan penindakan pelanggaran keimigrasi," ungkap Washono. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus