Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Investor Kesulitan Kembangkan Sektor Pariwisata di Sumatera Barat

Sabtu, 24 Februari 2018

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumatra Barat, Endy Dwi Tjahjono. (Foto:Kompas.Com)

PADANG-Perkembangan ekonomi wilayah Sumatera Barat sejak beberapa tahun terakhir cenderung mengalami stagnasi. Sumber-sumber utama pendorong laju perekonomian Sumatera Barat, mulai dari pertanian, perkebunan sampai perdagangan sulit dikembangkan menjadi lebih besar.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatra Barat Endy Dwi Tjahjono mengatakan, salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sektor pariwisata, mulai dari wisata alam, wisata budaya hingga wisata kuliner.

"Ekonomi (Sumatera Barat) sangat bergantung pada pertanian dengan lahan yang terbatas, dan industri sulit diterima, sehingga memang industri sangat susah di kembangkan, akibatnya ekonominya adem ayem," ujar Endy kepada wartawan, Jumat malam di Padang.

Sementara itu, pengembangan potensi pariwisata Sumatera Barat tengah mengalami hambatan, yaknu sulitnya lahan bagi investor dalam mengembangkan sektor tersebut. "Kesulitannya mayoritas tanah dikuasai tanah adat dan enggak bisa dialihkan ke investasi. Sebeltulnya masyarakat bisa menerima, tapi investornya kesulitan tanah adat itu," ungkapnya dikutip FokusRiau.Com dari kompas.com.

Dikatakan, perlu ada sinergitas antara pemerintah pusat, daerah, investor, hingga masyarakat adat dalam mengembangkan potensi wisata Sumatera Barat.

Kendati demikian, saat ini ada beberapa lokasi wisata yang tengah dikembangkan oleh pemerintah, salah satunya kawasan wisata alam di Pulau Mandeh yang terkenal dengan pesona pantainya. "Ada beberapa proyek yang diunggulkan seperti dikawasan Mandeh slogannya raja ampat nya Sumatera Barat, sampai sekarang lagi dibangun jalan menuju kesana, tetapi memang belum ada investor yang masuk," urainya.

Berdasarkan data Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Barat, tahun 2017 ekonomi Sumatera Barat tumbuh 5,29 persen atau lebih tinggi dibandingkan 2016 yang sebesar 5,27 persen. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar tumbuh menjadi 3,40 persen dari 2,01 persen tahun 2016. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus