Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Jangan Asal Menampilkan Aksesoris Seken

Sabtu, 20 April 2013


Banyak cara untuk mengurangi pengeluaran dalam rangka memberi kesegaran baru tampilan rumah Anda. Salah satunya memanfaatkan barang-barang seken.

Saat ini, penggunaan material seken atau barang-barang antik untuk interior rumah bukan lagi barang baru. Selain lebih murah, material seken bisa menghadirkan keunikan tersendiri ketimbang barang-barang baru.

Namun, meskipun hanya berupa material bekas, penataannya tetap memerlukan metode tepat. Pemakaiannya jangan sampai terkesan asal-asalan, tak ubahnya memindahkan "gudang" ke dalam rumah. Untuk itu, agar sukses menata aksesoris ini, ada empat metode berikut yang mungkin bisa mengilhami Anda.

Metode kontras

Anda bisa memadukan material seken berkarakter antik atau tua dengan material berkarakter modern dan baru. Dalam hal ini, perpaduan keduanya akan menarik dan masing-masing material tampil sesuai karakternya.

Metode kontekstual

Anda bisa memadukan material seken yang karakternya senada. Karakter material tersebut dapat menjadi samar atau bahkan menyatu, sehingga terkadang tidak terlihat lagi perbedaan manakah material lama dan mana yang baru.

Metode substitusi

Dalam metode ini ada dua cara, yaitu pertama, Anda dapat menggunakan material sama namun bekas. Kedua, Anda dapat menggunakan material berbeda untuk fungsi yang sama. Misalnya, partisi kayu baru dengan seken, atau partisi gipsum yang diganti perkerasan koran bekas.

Metode komplementer

Metode ini bisa diartikan, material seken hanya menjadi unsur pelapis dekorasi, bukan untuk struktural. Misalnya, Anda menggunakan material seken untuk secondary structure, material baru sebagai struktur utama.

Tentunya, di tengah mahalnya harga-harga barang saat ini, material bekas berupa aksesoris seken terlalu sayang dibuang. Dengan karakter khas yang dimilikinya, material seken ini bisa diolah menjadi daya tarik interior rumah Anda. Selain hemat, rumah tetap indah! (kcm/lin)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus