Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Januari-September 2018, Sudah 260 Warga Pekanbaru Terjangkit Demam Berdarah

Senin, 01 Oktober 2018

Jumlah penderita DBD terus bertambah di Pekanbaru. (Foto:Republika)

PEKANBARU-Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melaporkan, medio Januari-September 2018 terdapat 260 warga yang sudah terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah tersebut terus bertambah.

"Sampai akhir September atau pekan ke-38, kasus warga yang terkena DBD terus bertambah. Sekarang sudah mencapai 260 kasus," kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Zaini Rizaldy, Senin pagi di Pekanbaru.

Dijelaskan, bertambahnya kasus DBD ini erat kaitannya dengan kondisi  cuaca yang memasuki musim kemarau diselingi sesekali hujan, serta lingkungan yang tidak bersih. "Karena nyamuk Aides Agepti  penyebab DBD ini akan berkembang biak telurnya saat ada genangan air pada sampah bekas yang berbentuk wadah," katanya.

Menurut Zaini, perilaku yang mulai kendor menjaga kebersihan lingkungan ini kini telah turut menambah sejumlah kasus DBD di 12 Kecamatan se -Pekanbaru terutama Kecamatan Tampan yang padat penduduknya.

"Sebanyak 260 kasus DBD yang kami temukan  itu menyebar di 12 kecamatan se -Pekanbaru, dengan  kasus tertinggi ada di Kecamatan Tampan mencapai 43 keterjangkitan," katanya.

"Bahkan dalam seminggu terakhir ada penambahan signifikan di Tampan yakni 12 warga  terjangkit DBD," tambahnya.

Pihaknya mengimbau warga berperan menekan bahkan memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aides agepti penyebab DBD tersebut dengan tetap menerapkan tiga M plus, yakni M pertama menutup penampungan air, kedua  menguras penampungan air secara rutin lalu mengubur barang bekas yang berupa wadah, botol untuk menjadi potensi sarang nyamuk, plus menggunakan bubuk abate pada sumber air bersih.

"Selain tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing dengan  bergotong- royong membuka selokan yang tersumbat sampah dan sebagainya," kata Zaini.

Selain itu, Dinkes Kota Pekanbaru, terus berupaya menekan penyebaran DBD melalui program yang ada. Seperti memberikan penyuluhan dan membentuk kader jumantik, dan merawat pasien di Puskesmas.

"Jadi jika ada yang terkena DBD untuk kasus ringan kita ada obat di Puskesmas, dan juga bisa kita rawat. Untuk nyamuknya kita ada menyediakan abate. Khusus untuk membunuh jentik," ucapnya.

Bubuk abete itu kata dia bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas. Kemudian Diskes juga melaksanakan fogging apabila memang ada masyarakat menderita DBD. "Kita dari Diskes akan turun untuk memfogging rumah yang terkena DBD tersebut," tambahnya.

Berbicara ketersediaan obat, Zaini menjamin bisa mencukupi sampai akhir tahun mendatang. "Ketersediaan obat untuk akhir tahun masih mencukupi," pungkasnya.

Demikian data kasus DBD hingga minggu ke-38 tahun 2018 yang berhasil dirangkum antara per kecamatan, Sukajadi 15, Senapelan 15, Pekanbaru Kota 10, Rumbai, Pesisir 16, Rumbai 15, Limapuluh 16, Sail 3, Bukit Raya 20, Marpoyan Damai 29, Tenayan, Raya 40, Tampan 43, Payung Sekaki 38. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus