Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Jelang Pencoblosan, Caleg Perindo Minta Bawaslu Inhu Antisipasi Jual Beli Suara

Selasa, 09 April 2019

Jefry Hadi. (Foto:Istimewa)

INDRAGIRI HULU-Pemilihan umum (Pemilu) anggota legislatif dan presiden akan berlangsung serentak 17 April 2019 mendatang. Untuk menjamin berlangsungnya pemilu yang aman dan damai, khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta bersikap pro aktif dalam menjalankan tugasnya, terutama mengawasi praktek politik uang atau money politic.

Sebagai lembaga dengan kewenangan penuh untuk mengawasi jalannya pemilu, Bawaslu diharapkan bisa bekerja ekstra, profesional dan tidak hanya menunggu laporan masuk di kantor. 

"Kita berharap, Bawaslu benar-benar serius dalam melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terlibat dalam hal pelanggaran pemilu. Baik tim suskses maupun caleg itu sendiri," harap Jefri Hadi, salah seorang Caleg Partai Perindo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Indragiri Hulu 1 meliputi Kecamatan Rengat Barat, Rengat dan Kuala Cenaku dalam keterangan tertulisnya kepada FokusRiau.Com, Selasa (9/4/2018).

Dikatakan, menjelang hari pencoblosan dugaan praktek jual beli suara di masyarakat yang dilakukan oknum caleg sangat santer dibicarakan masyarakat. Modusnya dengan pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Bahkan, satu suara dihargai bervariasi, antara Rp150.000 hingga Rp250.000.

"Sebenarnya, permainan politik uang setiap kali pemilihan legislatif ini sudah menjadi rahasia umum. Maka itu, Bawaslu diminta benar-benar serius menyikapi hal ini. Kepada masyarakat yang berhasil menangkap pelaku politik uang dan melaporkannya ke Bawaslu, saya akan memberikan hadiah sebesar Rp1 juta rupiah untuk satu orang," janji Caleg Partai Perindo No Urut 5 itu. (*)





Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus