Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Jenazah Robby, Santri yang Meninggal Akibat Dikeroyok Temannya Telah Dimakamkan

Selasa, 19 Februari 2019

Jenazah Robby dimakamkan di kampung halamannya. (Foto:Tribunpekanbaru)

PADANG-Jenazah Robby Alhalim (18), santri yang meninggal akibat dikeroyok belasan rekannya di salah satu pesantren di jalan lintas Padang Panjang-Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar telah dimakamkan usai salat isya, Senin (18/2/2019).

Sebelumnya, jenazah Robby menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, hampir lima jam dari pukul 11.30 WIB sampai 17.00 WIB. Jenazah Robby kemudian dibawa ke rumah duka di Nagari Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Almarhum Robby dibawa dengan ambulans dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Sampai di rumah duka, almarhum langsung diselenggarakan secara Islam. Usai dimandikan dan dikafani, lalu jenazah disalatkan di Masjid Alam, Nagari Koto Laweh. “Setelah disalatkan, langsung dimakamkan,” kata sepupu almarhum Robby Alhalim, Mutia Febriana, Senin malam.

Pemakaman bertepatan usai salat isya atau sekitar pukul 20.00 WIB. Pemakaman diiringi isak tangis keluarga almarhum Robby Alhalim. Kata Mutia, esok hari akan dilanjutkan dengan yasinan di rumah Yoserizal, ayah kandung Robi Alhalim. “Paling besok ada yasinan di rumah ayahnya di Bofet Alima, Pasar Padang Panjang,” ujarnya.

Jenazah Robby Alhalim (18), santri yang tewas karena dikeroyok belasan temannya, dikebumikan di kampung halamannya, di Koto Laweh, Kabupaten Tanah Datar, Senin (18/2/2019). Sebelumnya, jenazah Robby Alhalim diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar selama 5,5 jam. Mulai dari pukul 11.30 WIB, hingga pukul 17.00 WIB.

Sore itu, jenazahnya langsung dibawa menggunakan ambulans ke Koto Laweh, Tanah Datar. Jenazah Robby Alhalim digotong menggunakan keranda berbalut kain hitam, dari ruang autopsi ke mobil ambulans. Sedangkan hasil autopsinya, pihak Polres Padang Panjang masih menunggu.

“Kalau hasil, menunggu dari dokter. Kita belum tahu hasilnya,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang Iptu Kalbert Jonaidi, Senin sore.

Hasil autopsi, sangat berguna dalam proses penyidikan. “Nanti kabarnya akan saya sampaikan lebih lanjut,” ujar dia.

Polres Padang Panjang juga telah berhasil mengungkap motif pengeroyokan santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di jalan lintas Padang Panjang-Bukittinggi. Robby Alhalim menghembuskan nafas terakhir, Senin pagi setelah koma di RSUP M Djamil Padang, selama sepekan.

Polres Padang Panjang sudah menetapkan 17 orang santri sebagai anak pelaku atau tersangka dalam kasus ini. Para pelaku sudah dimintai keterangannya. Kesimpulan sementara, korban dikeroyok karena dituduh mengambil barang milik anak pelaku.

"Motifnya menurut keterangan saksi dan anak pelaku, korban sudah mengambil barang anak pelaku,” kata Iptu Kalbert Jonaidi di Rumah Sakit Bhayangkara.

Atas hal tersebut, anak pelaku merasa kesal dan akhirnya mengeroyok Robby Alhalim. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini. Termasuk memeriksa pihak pondok pesantren tersebut. “Pihak pesantren sebagai saksi dalam perkara ini, akan kami tindak lanjuti. Apakah ada kelalaian dari pihak pesantren, masih kita dalami,” ujarnya.

Polres Padang Panjang tak menahan 17 anak pelaku pengeroyokan almarhum Robby Alhalim, santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Tanah Datar, Sumatera Barat. Alasannya, karena masih anak di bawah umur. “Untuk 17 orang anak pelaku ini sifatnya kita amankan, bukan ditahan. Karena kita tak ada kewajiban melakukan penahanan,” ujar Iptu Kalbert.

Karena para terduga pelaku adalah anak di bawah umur, penyebutan tersangka diganti dengan penyebutan anak tersangka. “Kalau untuk orang dewasa, penyebutannya tersangka. Kalau anak di bawah umur disebut anak pelaku,” katanya.

Dijelaskan, untuk pasal yang akan dijerat kepada para anak pelaku, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Padang Panjang. “Hari ini anggota kita sudah koordinasi langsung dengan Kejaksaan Negeri Padang Panjang,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan, kata Iptu Kalbert Jonaidi, pihaknya telah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). “Kita juga sudah lakukan prarekonstruksi, untuk mendapatkan peranan dari masing-masing terduga pelaku,” tukasnya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus