Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Jony Boyok, Penghina Ustaz Abdul Somad Sekarang Berstatus Tersangka

Senin, 08 Oktober 2018

Ustaz Abdul Somad. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sudah menetapkan JB alias Jony Boyok, warga Pekanbaru, Riau sebagai tersangka dalam kasus penghinaan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) melalui unggahannya di media sosial Facebook, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto menjelaskan, JB ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara kasus tersebut hari ini. "Gelar perkara sudah selesai. Terlapor ditetapkan sebagai tersangka," kata Sunarto, Senin (8/10/2018).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau dipastikan tidak akan menahan pria berusia 47 tersebut. Menurut Sunarto, ancaman hukuman tersangka yang dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi dibawah lima tahun, sehingga tidak perlu dilakukan penahanan. "Ancaman hukumannya dibawah lima tahun, sehingga tidak dilakukan penahanan," tuturnya.

Di tempat terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Arif Gidion Setiawan menjelaskan, tersangka JB dijerat dengan Pasal Penghinaan dan Pencemaran nama baik. "Pencemaran nama baik dan penghinaan," ujarnya.

JB yang diketahui merupakan pengusaha di Kota Pekanbaru dan sebelumnya sempat menyedot perhatian publik Bumi Lancang Kuning. Bukan karena prestasinya, namun karena unggahan provokatif yang ditulis di media sosial Facebook miliknya.

Dalam unggahannya, JB menyebut UAS seperti Dajjal. JB juga menyebut ustaz kondang yang aktif berdakwah melalui berbagai media sosial tersebut sebagai sosok jahat yang tidak pantas jadi panutan.

Tak ayal, unggahan itu mengundang keras reaksi masyarakat. Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru yang berhasil melacak alamat JB akhirnya mendatangi pria yang secara ekonomi terbilang cukup sejahtera tersebut di rumahnya.

FPI kemudian menyerahkan JB langsung ke Ditreskrimsus Polda Riau, awal September 2018 lalu. Selain FPI, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) juga turut angkat suara dan menyatakan perbuatan JB sangat menyakiti perasaan umat muslim. Bahkan, LAMR meminta agar JB segera angkat kaki dari Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau atas perbuatannya tersebut. Sementara itu, JB dalam pembelaannya mengaku menyesali perbuatannya. JB juga meminta maaf atas unggahannya itu setelah kasusnya ditangani kepolisian. (*)








Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus