Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kabut Asap Makin Tebal, Pemprov Riau Buat Hujan Buatan

Selasa, 14 Agustus 2012


PEKANBARU-Sepekan terakhir, kabut asap terus menyelimuti wilayah Pekanbaru. Kondisi ini, selain menurunkan tingkat kesehatan dan kebugaran tubuh warga yang sedang menjalani ibadah puasa, kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sutan Syarif Kasim II (SSK II).

Mulai tingginya intensitas kabut asap dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah titik api atau hotspot di sejumlah wilayah di Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pekanbaru menyebutkan, satelit NOAA 18 milik Singapura memantau ada 310 titik api yang tersebar di wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Riau. Saat ini, titik api terbanyak berada di wilayah Sumatera Selatan, yakni 138 titik. Sementara di Riau terdapat 91 titik api.

Intansitas kabut asap dan titik api semakin bertambah karena suhu udara yang cukup tinggi dan musim kemarau yang terus berlanjut. Hal ini memicu pertambahan titik api dan akhirnya meningkatkan kabut asap. Pengamatan FokusRiau.Com sejak dua hari terakhir, kabut asap disertai embun mulai terjadi sejak pukul 08.00 WIB malam sampai pagi pukul 08.30 WIB.

Sejumlah warga di Pekanbaru mulai mengeluhkan kabut asap tersebut. "Sejak dua hari terakhir, nafas saya mulai sesak karena kabut. Kalau bisa pemerintah bisa memberikan bantuan masker atau meminimalisir kabut asap dengan menurunkan titip api. Caranya buat hujan buatan mungkin," kata Anisa, warga Arengka, Selasa (14/8).

Sementara itu, kabut asap tebal disertai embun juga menyelimuti Bandara Sutan Syarif Kasim II. Kabut tersebut, sejauh ini masih belum menggangu aktivitas penerbangan karena jarak pandang masih di atas 1 kilometer. Namun, bila ketebalan makin meningkat, maka akan mengganggu aktivitas penerbangan yang sekarang sedang padat karena memasuki arus mudik.

Hujan Buatan
Analis BMKG Pekanbaru, Ardhitama menyebutkan, untuk Provinsi Riau titik api terbanyak berada di Rokan Hilir sebanyak 33 titik, disusul Rokan Hulu sebanyak 15 titik dan Siak sebanyak 11 titik. Dua hari ke depan, diperkirakan belum akan turun hujan, sehingga jumlah titik api masih berpotensi untuk bertambah. Dan kondisi ini juga akan mempertebal kabut asap," kata Ardhitama, kemarin. 

Dikatakan, bertambahnya titik api mempengaruhi jarak pandang atau visibility. Sejak minggu lalu hingga sekarang jarak pandang terus menurun. Minggu lalu masih sampai 10 kilomater, sekarang sudah empat kilometer.

"Untuk mengatasi kabut asap dan meningkatkan visibility, Pemerintah Provinsi Riau bekerjasama dengan BMKG dan Badan Penelitian Jakarta, telah membuat hujan buatan guna mengatasi kabut asap. Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan hujan buatan, dengan penyebaran garam di udara melalui teknis tertentu," ujarnya. (den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus