Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kakek Tersangka Pencabulan 13 Anak Itu Kini Terancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp5 Miliar

Kamis, 11 Januari 2018

Kombes S Erlangga (tengah) memberikan keterangan pers. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

BATAM-Seorang lelaki paruh baya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kini menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana pencabulan terhadap 13 anak. Pelaku berinisial AM (56) tersebut melaksanakan kegiatan bejadnya di sejumlah lokasi berbeda. Kini AM terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar  Rp5 miliar.  

Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga mengatakan, tersangka AM telah memangsa belasan anak-anak usia antara 10-17 tahun. Dia ditangkap aparat Polres Karimun di Lubuk Puding, Pulau Buru, Karimun, 4 Januari lalu.

"Tersangka AM beralamat di Kampung Baru, Karimun. Awalnya polisi menerima laporan dari salah satu orang tua dari 13 korban pencabulan," kata Kombes S Erlangga didampingi Dirreskrimum, Kapolres Karimun dan Komisioner KPPAD Kepri kepada awak media di Pendopo Mapolda Kepri, Batubesar, Batam, Rabu kemarin.

Dijelaskan, berdasarkan informasi Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febriantara, tersangka berinisial AM telah melakukan pencabulan (sodomi) terhadap 13 anak laki-laki kisaran umur 10-17 tahun sejak tahun 2016.

"Atas keterangan saksi korban maupun keterangan tersangka AM, tersangka AM telah melakukan perbuatan cabul di empat tempat. Tersangka AM melancarkan aksinya dengan bujuk rayu berupa pemberian sejumlah uang dengan jumlah variatif antara Rp20.000 sampai Rp30.000 disertai dengan ancaman dan tindakan kekerasan," ungkapnya.

Dikatakan, polisi telah melakukan visum dan pemeriksaan psikologi untuk trauma healing kepada para korban oleh Bagian Psikologi Polda Kepri bekerja sama dengan RSUD HM Sani, Tanjungbalai Karimun. Begitu pula untuk tersangka AM juga dilakukan pemeriksaan kejiwaan/psikologi.

"Tersangka AM telah melanggar Pasal 82 (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada para orang tua agar selalu waspada dan memberikan pengawasan kepada anak-anak nya dan untuk anak-anak agar tidak mudah percaya terhadap bujuk rayu dari orang-orang yang belum pernah dikenal.

"Kami imbau kepada masyarakat apabila mengetahui adanya perilaku menyimpang yang melawan hukum wajib untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat," tukasnya. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus