Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kapolda Riau Diskusikan dengan Kampus UNRI Prediksi Karhutla 2020

Sabtu, 15 Februari 2020

Diskusi Kapolda dengan akademisi. (Foto:Istimewa)

INDRAGIRI HULU-Polda Riau bersama akademisi dan stakeholder terkait berkumpul membahas prediksi titik api serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Pertemuan berlangsung di ruang Tribrata Polda Riau, Jumat (14/2/2020).

Selain Direktur Pusat Studi Bencana Universitas Riau dan Rektor UIN Suska, diskusi turut menghadirkan 25 pakar di berbagai bidang, seperti dari BMKG, BPS dan Kepala PTIPD. 

Marzuki dari BMKG memaparkan kondisi cuaca di Provinsi Riau. Dia mengaku menemukan RH dalam angka 97 ke bawah. Itu menunjukan indikasi rawan karhutla. Karena itu, BMKG kemudian membuat peta rawan karhutla di Riau.

"Tahun ini kami memprediksi musim kemarau masih dalam kapasitas normal. Puncak musim kemarau di Riau terjadi Juli dan Agustus. Sementara September akan memasuki musim peralihan. Curah hujan tinggi terjadi di Riau bagian barat, seperti Rohul dan Kampar,” urai Marzuki. 

Sinta Haryati Silvana dari Pusat Studi Bencana Universitas Riau mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberadaan aplikasi dashboard Lancang Kuning, karena memiliki sistem bagus dalam penanganan emergency. 

“Saya juga berharap agar aplikasi dasboard Lancang Kuning dapat di kolaborasi dengan prediksi yang sudah disampaikan para peneliti. Sehingga aplikasi ini menjadi lebih kaya dengan data dan dapat memprediksi dengan lebih akurat,” ujar Sinta.

Kapolda Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi mengatakan, Polda Riau akan menggagas acara bertajuk SJR (Sumatera Jungle Run), 11 April 2020. Ini merupakan lomba lari dengan melewati wilayah hutan di Riau. 

"Dengan lomba ini kita bisa melihat hasil penanganan karhutla pada musim kemarau pertama, karena Sumatera Jungle Run tidak bisa dilaksanakan bila terjadi karhutla," tukasnya.

Soal aplikasi Lancang Kuning, menurut Kapolda semua bukan hanya untuk kepentingan Polda Riau tetapi untuk seluruh masyarakat Riau. Dia berharap, semua stakeholder bisa menemukan formula tepat untuk membuat pencegahan karhutla. (*)

 
 
 
Penulis: Obrin 
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus