Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Kapolri Copot Kapolres Solok Terkait Persekusi, Pimpinan FPI Sumbar: Ini Tindakan Bodoh!

Minggu, 04 Juni 2017

Kapolri Jenderal Tito Karnavian copot kapolres Solok. (Foto:Merdeka)

PADANG-Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Barat Buya Busra mengaku kecewa dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mencopot Kapolres Solok, Sumatera Barat AKBP Susmelawati Rosya terkait kasus persekusi. Dia menilai, Susmelwati mengetahui tidak ada intimidasi yang dilakukan aktivis Islam di Solok.

"Saya kecewa dengan kesewenangan-wenangan Kapolri. Hanya menerima berita dari sebelah, beliau salah dalam bertindak," ujar Buya Busra, Sabtu kemarin. Menurutnya, Kapolri tega mencopot anggotanya karena berita bohong yang disampaikan dokter Fiera Lovita. Dia menilai, Tito salah dalam bertindak.

Buya Busra memastikan, tidak ada anggota FPI Sumatera Barat yang terlibat persekusi. Termasuk terhadap dokter Fiera Lovita yang mengaku mendapatkan intimidasi. Malah yang disampaikan Fiera di konferensi pers di Jakarta itu tidak benar.

"Ini tindakan bodoh sekali. Saya pastikan jumpa pers yang dilakukan dokter Fiera isinya kedustaan dan fitnah. Malah ini yang dipercaya Tito. Kapolri kurang kerjaan ngurusin Fiera Lovita," ujarnya dikutip fokusriau.com dari tempo.co.

Diketahui, Kapolri mencopot Kapolres Solok AKBP Susmelawati Rosya sebagai bukti kalimat Tito yang sebelumnya meminta kepolisian Solok mengusut tuntas kasus main hakim sendiri (persekusi) terhadap dokter Fiera Lovita Sari yang diduga dilakukan Front Pembela Islam di sana atau akan dikenakan sanksi pencopotan jabatan. 

“Ajun Komisaris Besar Dony Setiawan selaku Kanit II Subdit IV Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Solok,” seperti dikutip dari surat telegram Kapolri Tito Karnavian Nomor ST/1408/VI/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri, Jumat lalu. 

Tito mengaku telah memberikan teguran kepada pihak kepolisian Solok. "Untuk Kepolisian di Solok, sudah saya tegur. Bahkan, sudah saya sampaikan bahwa apabila yang di Solok (Kapolres, Kapolda) lemah dalam menangani perkara ini, akan saya ganti," ujar Tito usai menghadiri buka puasa bersama di kediaman dinas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Jumat, 2 Juni 2017.

Fiera seorang dokter RSUD Solok menjadi korban persekusi setelah awalnya mengunggah sebuah status di media sosial Facebook. Ia menuis pandangan dan pendapatnya mengenai kasus dugaan chat mesum pimpinan FPI, Rizieq Shihab. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus