Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Karhutla di Air Hitam Pekanbaru, Manggala Agni Turunkan Dua Tim Pemadam

Sabtu, 30 Maret 2019

Tim Manggala Agni melakukan pemadaman di lahan terbakar. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Desa Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (30/3/2019). Api masih belum bisa diatasi personil gabungan yang tengah berjibaku di lokasi.

Manggala Agni Pekanbaru telah menerjunkan personilnya ke lokasi kebakaran di kawasan RT 6 RW 3 Kelurahan Air Hitam. Dua tim sekaligus diturunkan ke areal yang terbakar untuk membantu pemadaman.

"Ada 16 personil yang dibagi dalam dua tim sudah diturunkan ke Air Hitam. Di sana masih dilakukan upaya pemadaman karhutla," kata Kepala Daops Manggala Agni Pekanbaru Edwin Putra, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Edwin, proses pemadaman di Air Hitam memasuki hari ketiga setelah titik api terdeteksi. Api melalap lahan yang merupakan campuran tanah mineral dan gambut. Namun bara api sudah masuk sampai ke dalam tanah hingga sulit untuk dipadamkan. 

Disamping itu penyebaran apinya juga sangat cepat menyebabkan petugas harus berjibaku. Untung saja ketersediaan air di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencukupi untuk upaya pemadaman.

Petugas gabungan tidak kesulitan mencari sumber air yang disemprotkan ke titik dan pangkal api. "Mudah-mudahan secepatnya bisa dikendalikan. Kita upayakan penyekatan dulu di lokasi," tambah Edwin.

"Kita akan upayakan melakukan penyekatan api, agar tidak menyebar. Kalau sudah disekat, petugas sudah mudah masuk dan memadamkan api," tambah Edwin.

Dijelaskan, teknik penyekatan dilakukan untuk menghindari api semakin menjalar. Bahkan kondisi di lokasi saat ini api mengarah ke permungkiman warga Air Hitam yang berdekatan dengan areal terbakar.

Petugas kuatir si jago merah merambat hingga ke lingkungan perumahan masyarakat. "Memang antara TKP karhutla dengan areal pemungkiman warga ada kanal yang memisahkan," tambahnya.

Hanya saja, menurut Edwin Putra, ditakutkan api melompat dan melewati kanal hingga membakar lahan yang ada di permungkiman masyarakat. Apalagi kondisi cuaca menjelang siang ini sangat panas mengakibatkan api cepat merembet. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus