Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Karhutla di Siak Meluas, Medan Berat dan Sulitnya Sumber Air Jadi Kendala

Rabu, 12 Februari 2020

Manggala Agni melakukan pemadaman karhutla. (Foto:Kompas.com)

PEKANBARU-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Upaya pemadaman masih dilakukan tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Daerah Operasi (Daops) Siak dibantu masyarakat peduli api (MPA) Kampung Bunsur, Selasa (11/2/2020) sore. 

Pantauan di lapangan terlihat petugas kesulitan memadamkan api. Selain kebakaran yang makin meluas, akses ke lokasi kebakaran juga sulit dilewati. Petugas harus merintis jalan dengan cara merebah semak belukar yang padat untuk menjangkau titik api. Selain itu, pekatnya asap di lokasi juga menghambat proses pemadaman. 

Kepala Regu Manggala Agni Daops Siak Alijal mengakui, medan yang ditempuh ke titik api cukup berat dilalui. "Ya, medannya cukup ekstrem," ucap Alijal di lokasi karhutla, Selasa. 

"Sebagian semak belukar yang padat dan tinggi dan sebagian hutan tanah gambut. Kedalaman gambut sekitar dua meter," katanya. 

Karhutla malah meluas 
Alijal menyebut, kebakaran terjadi sejak Minggu (9/2/2020) lalu. Saat itu tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Upaya pemadaman sudah berlangsung selama tiga hari. Pemadaman dilakukan petugas sejak pagi hingga menjelang malam. "Tim pemadam di sini dari Manggala Agni Daops Siak, MPA Kampung Bunsur dan Polri," sebut Alijal. 

Sampai hari ketiga, titik api belum bisa dipadamkan. Menurut Alijal, kebakaran justru makin meluas. Kebakaran tidak hanya tampak dari permukaan, tetapi juga menjalar di dalam gambut yang mengeluarkan asap pekat. "Sebelumnya kita perkirakan dua hektar. Tapi sekarang bertambah luas menjadi sekitar tiga hektar. Tapi kami terus berupaya menyekat kepala api agar tidak makin meluas," kata Alijal. 

Saat ini, kendala lain yang dihadapi adalah sumber air yang terbatas. Selama pemadaman, menurut Alijal, petugas hanya memanfaatkan air laut yang pasang. Itu pun jarak dari sumber air ke lokasi kebakaran cukup jauh. Petugas harus menyambung beberapa selang. "Selang yang kita sambung sampai 30 buah. Satu selang panjangnya 30 meter. Jadi panjang selang yang disambung 900 meter," kata Alijal. 

Karena itu, petugas di lapangan membutuhkan bantuan alat berat untuk pembuatan embung air yang berada di dekat lokasi karhutla. "Kita memang butuh alat berat untuk membuat embung air. Kalau sumber air dekat, pemadaman pun bisa lebih efektif," tukasnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus