Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Karomah Syekh Abdul Wahab Rokan, Ulama Pendiri Kampung Besilam Rohul (Bag. 1)

Jumat, 01 September 2017

Kampung Besilam Langkat, Sumatera Utara. (Foto: Sindonews)

ROKAN HULU-Karomah atau karamah secara etimologi berarti penghormatan atau kemuliaan. Di Indonesia, karomah lebih populer dengan sebutan keramat. Munculnya karamah pada seorang ulama atau wali Allah SWT merupakan penghormatan atau pemuliaan dan isyarat dari Allah SWT atas eksistensi seorang wali di sisi-Nya. 

Karomah ini tidak dimiliki semua orang kecuali mereka yang diridhoi Allah SWT. Di Indonesia, tak sedikit ulama yang memiliki karomah. Mereka yang mendapat karomah ini selalu menunjukkan kepribadian baik dan meniru jejak Rasulullah SAW dan menjalankan sunnah-Nya.

Cerita kali ini menuturkan sosok Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam. Dia merupakan seorang ulama, ahli fiqih, sufi dan pemimpin Tarekat Naqsabandiyah pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 

Selain berjasa mendirikan Kampung Besilam atau Babussalam, Kabupaten Langkat (sekitar 75 kilometer dari Kota Medan), Syekh Abdul Wahab Rokan memiliki karomah yang luar biasa. Tak heran jika makamnya di Kampung Besilam, Langkat, Sumatera Utara tak pernah sepi dari peziaroh. 

Nama lengkapnya Syekh Abdul Wahhab bin Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai. Lahir Kampung Danau Runda, Kabupaten Kampar, Riau, pada 19 Rabiul Akhir 1230 H atau 28 September 1811. Wafat pada usia 115 tahun di Babussalam, Langkat, Sumatera Utara, pada Jum'at, 21 Jamadil Awal 1345 H bertepatan dengan 27 Desember 1926. 

Nama beliau kemudian diabadikan pendiri Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Riau, sebagai nama lembaga berbadan hukum yang menaungi Pondok Pesantren ini, yaitu Yasasan Syekh Abdul Wahab Rokan.

Syekh Abdul Wahab Rokan lahir dengan nama Abu Qosim. Setelah menunaikan ibadah haji ia berganti nama menjadi Haji Abdul Wahab. Sedangkan tambahan nama Rokan menunjukkan bahwa ia berasal dari Sungai Rokan. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang berpendidikan dan taat beragama. 

Ayahnya Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Tuanku Abdullah Tambusai, seorang ulama terkemuka di kampungnya. Sedangkan buyutnya bernama Tuanku Tambusai, ulama dan pejuang yang masih keturunan keluarga Kerajaan Islam Siak Seri Inderapura. Ibunya bernama Arbaiyah binti Dagi yang masih keturunan Kesultanan Langkat, Sumatera Utara. 

Tuan Syekh Abdul Wahab pertama kali mendapat pendidikan Quran langsung dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat, ia belajar kepada Tuanku Muhammad Shaleh Tambusai dan Tuanku Haji Abdul Halim Tambusai dan Syekh Muhammad Yusuf di Semenanjung Melayu selama dua tahun.

Tahun 1863, dia menunaikan ibadah haji ke Mekkah dan memperdalam ilmu keislaman selama enam tahun (1863-1869). Di antara guru-gurunya di Mekkah yaitu Syekh Saidi Syarif Dahlan (mufti mazhab Syafi'i). Syekh Hasbullah (ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram). Syekh Muhammad Yunus Abdurrahman Batu Bara (ulama Indonesia asal tanah Batak) dan Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abu Qubais, Mekkah.

Syekh Sulaiman Zuhdi inilah yang kemudian memberi ijazah (pegesahan) dan membaiat Syekh Abdul Wahab untuk menyiarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di tanah kelahirannya. Ia menyebarkan tarekatnya tidak hanya di kampungnya saja, namun meliputi wilayah Riau, Tapanuli Selatan, Sumatera Timur, bahkan sampai ke Semenanjung Melayu. 

Terkait asal-usul Kampung Besilam Langkat ini bermula ketika Syeikh Abdul Wahab mendapatkan wakaf sebidang tanah dari Sultan Langkat pada tahun 1879. Pada tahun 1883, Syekh Abdul Wahab beserta para santrinya kemudian membangun sebuah perkampungan baru di Langkat lengkap dengan masjid dan pesantren. (boy surya hamta)

Sumber:
- Sejarah Syekh Abdul Wahab Tuan Guru Babussalam, Pustaka Babussalam.
- Sindonews.com
- Diolah dari berbagai sumber


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus