Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Kasus Bully Siswi di Riau yang Berakhir dengan Bunuh Diri Menjadi Catatan KPAI

Selasa, 01 Agustus 2017

Kasus bulli terus berkembang. (Foto:Thinkstock)

JAKARTA-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kasus bully yang terjadi terhadap siswi kelas X SMAN 1 Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Elva Lestari (16) yang berujung pada tindakan bunuh diri. KPAI ingin kasus serupa tak terulang dan mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan Sekolah Ramah Anak.

"Gejala bullying sudah meluas di sekolah-sekolah, maka kita minta kementerian terkait untuk melakukan percepatan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Di Sekolah Ramah Anak kan ada instrumen soal bagaimana guru bisa hadir di tengah-tengah siswanya," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra, Selasa (1/8/2017).

"Hadir dalam artian tidak sekadar mengajar, tapi hadir dalam artian mengetahui dan memahami bagaimana persoalan anak di kelas, di luar kelas, bahkan kalau perlu sampai di rumah," ujar Jasra menjelaskan soal Sekolah Ramah Anak.

Dikatakan, Indonesia dapat mencontoh Jepang untuk menekan angka kasus bully di sekolah-sekolah. Di Jepang, ada semacam program home visit atau kunjungan guru ke rumah orang tua murid di sekolah-sekolah.

"Kita lihat guru-guru di Jepang ada home visit dan seterusnya, ini tidak dilakukan. Sehingga, kejadian ini sangat kita sayangkan terulang lagi, apalagi di Riau baru 23 Juli kemarin baru melaksanakan Hari Anak Nasional," sebut Jasra dikutip fokusriau.com dari detikcom.

Selain itu, dirinya meminta pihak sekolah Elva untuk melakukan kontrol terhadap para siswanya, agar kasus bully dapat ditekan atau bahkan dihilangkan sama sekali. Untuk kasus Elva, Jasra ingin pihak sekolah melakukan semacam upaya pencarian kebenaran.

"Ini kan korban, kita harus minta pihak sekolah menelusuri apakah benar nggak ini diejek teman-temannya. Kalau iya, kan anak-anak ini yang mengejek, harus direhab juga, harus diperhatikan jangan sampai ini terjadi lagi. Setiap sekolah dinas, termasuk Dinas Pendidikan harus melakukan pertemuan mengevaluasi secara menyeluruh. Artinya, anak ini tetap kita lindungi, baik pelaku maupun korban," tukasnya. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus