Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kasus Dugaan Ijazah Palsu 2 Anggota Dewan Dumai Mandeg

Senin, 13 Mei 2013


DUMAI-Sampai saat ini, perkembangan kasus dugaan pemalsuan ijazah dua anggota DPRD Dumai, Timo Kipda dan Jalaluddin masih mandeg dan belum menunjukkan perkembangan. Sejak kasus tersebut bergulir tahun 2009, hingga kini kedua legislator itu masih tetap bisa beraktivitas.
 
Tiga tahun terakhir, perkara tersebut bak bola pimpong yang bolak-balik dari Polisi ke Jaksa atau sebaliknya. Terakhir, tanggal 22 Januari lalu, Kejaksaan Negeri Dumai kembali mengembalikan berkas perkara Timo Kipda kepada kepolisian untuk dilengkapi.
 
Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Dumai, Ahmad Patoni menuturkan, pengembalian berkas untuk ketiga kalinya. “Tahun 2010, pertama kalinya berkas perkara Timo Kipda diserahkan, namun dinyatakan tidak lengkap dan dikembalikan lagi kepada polisi. Tahun 2011 juga pernah dikembalikan dan terakhir tanggal 22 Januari lalu,” papar Ahmad Patoni kepada FokusRiau.Com di Dumai, Senin (13/5).
 
Menurutnya, berkas perkara tersebut belum dapat dinyatakan lengkap, karena keterangan saksi-saksi belum mencukupi. Contohnya dalam keterangan saksi dalam BAP-nya, Kepala Sekolah SMAN 2 tempat keluarnya ijazah Timo belum menyatakan secara tegas kalau ijazah Timo asli atau palsu.
 
Selain itu, Ahmad mengatakan, pihaknya masih membutuhkan keterangan Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang menyatakan soal keabsahan ijazah Timo Kipda dan dapat dicek dari nomor register yang tercantum di Disdik Riau. “Keabsahan ijazah yang dimiliki Timo Kipda dapat dicroscek dari nomor register yang terdaftar di Disdik Riau, apakah benar atas nama yang bersangkutan atau justru nama orang lain,” kata Ahmad seraya mengatakan, jika dua petunjuk ini terpenuhi, maka perkara Timo dapat kita nyatakan lengkap.
 
Selain Timo, berkas perkara Jalaluddin juga masih dalam proses. Politisi PPP ini turut dilaporkan atas dugaan kasus pemalsuan ijazah saat maju sebagai anggota legislative pada tahun 2009. Saat ditanya soal perkembangan kasusnya, Ahmad tidak dapat menjelaskan. “Sejak saya duduk disini, Maret 2011, berkas Jalaluddin belum pernah dilimpahkan, sehingga saya belum baca. Coba tanya saja sama Polisi,” katanya.
 
Kapolres Dumai, AKBP Ristiawan Bulkaini yang dihubungi melalui sambungan selulernya mengakui, berkas perkara Timo Kipda dikembalikan Jaksa tanggal 22 Januari 2013 dengan materi petunjuk yang nyaris sama seperti pengembalian sebelumnya. Karena itu, dia merasa substansi petunjuk Jaksa sudah terpenuhi. “Hanya saja dikembalikan mungkin karena ada beberapa kalimat yang dianggap kurang dan perlu dipenuhi. Itu akan kita tindaklanjuti,” sebutnya.
 
Kapolres menepis anggapan kasus ini sengaja diperlama. Menurutnya, dalam menindaklanjuti petunjuk Jaksa terhadap berkas perkara Timo Kipda maupun Jalaluddin, Kepolisian memang menemukan kendala sehingga dari sisi waktu terkesan lama. Seperti untuk mendapatkan keterangan saksi ahli, pihaknya harus bolak-balik keluar daerah.
 
“Apalagi salah satu dari dua tersangka ini, ijazah yang diduga palsu berasal dari sekolah yang berada di luar daerah, sehingga butuh waktu untuk menindaklanjuti setiap petunjuk-petunjuk dari Jaksa,” katanya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus