Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kasus Kapal Karam di Selat Malaka, Hakim PN Bengkalis Vonis Kru 8 Tahun Penjara

Rabu, 29 Mei 2019

Korban kapal karam di selat Malaka. (Foto:Istimewa)

BENGKALIS-Sebelas mayat ditemukan mengapung di perairan Riau, akhir Desember 2018. Mayat tersebut diketahui menjadi korban kapal karam di Selat Malaka, dimana terdakwa yang merupakan kru kapal divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis memvonis kedua terdakwa awak kapal mengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal yang tenggelam diperairan Bengkalis akhir 2018 lalu.

Dua terdakwa adalah Hamid alias Boboy (31) dan Jamal (38) merupakan Tekong, warga Desa Cingam, Kecamatan Rupat, Bengkalis. Kedua pelaku dianggap paling bertanggungjawab menyebabkan tenggelamnya kapal pancung bermuatan 11 penumpang dari Malaysia tujuan Pulau Rupat dengan cara ilegal atau menyelundup.

Dua terdakwa tersebut divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis dengan hukuman 8 tahun penjara. Kedua terdakwa ini menurut para hakim, terbukti secara sah dan meyakinkan Pasal 359 KUHPidana, Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Vonis dibacakan Majelis Hakim, Ketua Dame P, Hakim Anggota Mohd. Rizky, dan Annisa Sitawati di Ruang Sidang Kartika PN Bengkalis, Senin (27/5/19) petang lalu. Hal ini diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis Eriza Susila, Rabu (29/5/2019) siang.

Menurut JPU, selain vonis 8 tahun penjara, kedua terdakwa juga wajib membayar denda sebesar Rp 500 juta atau subsidair kurungan penjara selama 1 bulan dengan putusan ini kedua terdakwa menyatakan menerima keputusan majelis hakim

Sementara JPU masih menyatakan pikir-pikir untuk melakukan Banding. "Saat selesai sidang kedua terdakwa nyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan majelis. tapi kita masih pikir-pikir akan melanjutkan upaya hukum banding," ungkap Eriza.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU dari Kejaksaan Negeri Bengkalis. JPU pada sidang tuntutan sebelumnya menuntut hukuman selama 12 tahun penjara denda Rp500 juta subsidair kurungan 3 bulan penjara. "Memang lebih ringan dari tuntutan kita, dimana sebelumnya kita nenuntut 12 tahun penjara dengan denda 500 juta rupiah," tandasnya.

Seperti diketahui, akhir 2018 lalu Bengkalis dihebohkan dengan misteri penemuan sebelas mayat di perairan Bengkalis. Sebelas mayat yang ditemukan diduga memang korban kapal karam yang berasal dari Malaka Malaysia hendak menuju Indonesia melalui jalur ilegal di perairan Bengkalis.

Polres Bengkalis sudah menetapkan dua orang tersangka diduga sebagai pembawa kapal yang mengangkut korban yang ditemukan di perairan Bengkalis. Dua tersangka tersebut diantaranya Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38) keduanya merupakan warga desa Sungai Cingam kecamatan Rupat Utara.

Mereka berhasil selamat setelah mengapung beberapa jam di perairan Selat Malaka Bengkalis setelah kapal karam, Kamis (22/11/2018). Dua orang tersangka diselamatkan oleh Kapal MV Indomal 5 tujuan Dumai Malaka saat melihat mereka terapung di perairan.

Tanggal 10 Desember 2018 kedua orang ini menyerahkan diri ke Mapolres Bengkalis. Sebelum menyerahkan diri pihak Kepolisian sempat melakukan negosiasi dengan warga desa Sungai Cingam agar menyerahkan warganya yang diduga ada kaitannya dengan kejadian temuan mayat diperairan Bengkalis.

Hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka ini, mengakui bahwa merekalah yang mengangkut korban yang ditemukan di perairan Bengkalis. Jumlah keseluruhan penumpang kapal tersebut sebanyak 16 orang diluar awak kapal.

Upaya pengangkutan orang secara ilegal ini pengakuan kedua tersangka di koordinir oleh Rb. Kemudian juga dikoordinir oleh RS warga negara Malaysia, keduanya berstatus DPO. Dari keterangan tersangka, kapal yang mereka kendarai berlayar dari Pantai Keling Malaka dan diberangkatkan menuju Pantai Teluk Ketapang Sungai Cingam Kecamatan Rupat pada, Kamis (22/11/2018) tepat pukul 24.00 WIB.

Namun diperjalanan kapal yang membawa 16 orang penumpang dan dua awak kapal ini terbalik. Dua awak kapal berhasil selamat dan mengapung diperairan dengan menggunakan life jaket dan jeriken untuk mengapung diperairan sebelum diselamatkan oleh Kapal MV Indomal 5.

Sementara seluruh penumpang tenggelam karena tidak memakai life jaket. Pengakuan dua orang awak kapal ini kapal mereka sebenarnya menyediakan sembilan life jaket, namun tidak ada yang menggunakannya sehingga korban tenggelam. (*)




 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus