Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kasus Penemuan Tulang Belulang di Dumai, Pelaku Ternyata Suami Korban, Begini Ceritanya!

Sabtu, 10 Maret 2018

Kapolres AKBP Restika memberikan keterangan pers. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com)

DUMAI-Kepolisian berhasil mengungkap identitas tulang belulang yang diduga kuat merupakan korban pembunuhan di Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau. Tulang belulang itu ditemukan, 23 Februari lalu di kebun sawit Jalan Garuda, Kelurahan Kampung Baru, Bukit Kapur. 

Kasus ini diungkap atas keterangan saksi dan sejumlah barang bukti berupa tas, hp dan kayu yang digunakan untuk memukul korban tidak jauh dari tempat korban dikubur tersangka. Korban yang hanya tersisa tulang belulang itu diketahui bernama Erlina (36), warga Jalan Pawang Sidik, Kelurahan Bukit Nenas, Bukit Kapur. 

Sedangkan pelaku berinisial MR (19) merupakan suami dari pernikahan sirinya, Desember 2017 lalu. Pelaku kini sudah diamankan polisi.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan mengatakan, kejadian bermula saat pelaku akan mengantarkan korban ke rumah orang tuanya, karena sang suami memutuskan untuk berpisah. "Namun dalam perjalanan, korban meminta diantarkan ke rumah mantan pacarnya. Mendengar pernyataan istrinya itu, pelaku cemburu dan naik pitam. Mereka kemudian terlibat cekcok," ujar kapolres dalam keterangan persnya, Jumat (9/2/2018).

Pertengkaran terus berlanjut selama perjalanan. Pelaku makin emosi ketika korban menendang perutnya tiga kali. Pelaku yang kalap memukul dada korban dan menghantam kepala korban ke pohon sawit. Korban masih melawan, namun pelaku makin emosi sampai akhirnya mengambil kayu broti dan memukul korban hingga tewas.

"Mengetahui korban meninggal, pelaku menyeret tubuh korban dan membenamkan ke dalam parit berlumpur. Usai melakukan perbuatannya, pelaku melarikan diri ke Tanjung Merawa, Sumatera Utara yang merupakan rumah neneknya," ulas Kapolres.

Ditambahkan, pelaku diamankan, Senin (5/3/2018) di rumah sang nenek. "Pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tukasnya. (dika cahaya putra)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus