Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kasus Suap PON, Hakim Tolak Eksepsi 5 Anggota DPRD Riau

Selasa, 23 April 2013


PEKANBARU-Ketua Majelis Hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, I Ketut Suarta, Selasa (23/4) menolak keberatan atau eksepsi dari lima terdakwa dan penasihat hukumnya atas dakwaan suap revisi Perda No 06/2010 senilai Rp900 juta. Sebelumnya, tujuh anggota DPRD Riau tersebut didakwa Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan tindak pidana suap, namun lima di antara mereka kemudian mengajukan eksepsi.

Lima anggota DPRD Riau yang mengajukan eksepsi adalah, Abu Bakar Sidiq, Zulfan Heri, Tengku Muhazza, Toerechan Asy'ari dan M Roem Zein. Dalam amar putusan selanya, I Ketut Suarta di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru dan langsung disaksikan terdakwa bersama tim penasihat hukumnya, termasuk tim jaksa dari KPK menyatakan keberatan, atas dakwaan yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa dan tidak dapat menerima eksepsi tersebut.

"Karena itu, keberatan para terdakwa seluruhnya kami tolak," kata I Ketut. Dengan ditolaknya eksepsi tersebut, menurut I Ketut, jaksa KPK harus segera menghadirkan para saksi dalam sidang lanjutan tersebut.  

"Selain itu, kami memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Terkait dengan biaya perkara, masih ditangguhkan menjelang perkara ini selesai disidangkan," kata I Ketut Suarta.

Dijelaskan, dakwaan yang disusun jaksa sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apalagi keberatan yang disampaikan terdakwa sudah masuk dalam materi pokok perkara. Di mana hal tersebut merupakan tugas pengadilan untuk membuktikannya. Sedangkan terkait alamat dan identitas terdakwa, I Ketut menilai tidak ada masalah. Misalnya, salah ketik alamat Tengku Muhazza dan itu merupakan masalah teknis dan tidak subtansial.

Sementara kelima terdakwa yang ditolak mengaku pasrah mendengar putusan sela majelis hakim tersebut dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Usai majelis hakim membacakan putusan selanya, I Ketut Suarta memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya untuk menyampaikan hal yang ingin disampaikan.

Atas kesempatan itu, penasihat hukum terdakwa M Roem Zein, Makhfuzat Zein menyatakan kepada Majelis, akan mengajukan surat permohonan izin berobat kliennya. I Ketut kemudian meminta surat permohonannya diserahkan ke majelis hakim.

Tidak berlama-lama, Makhfuzat langsung memberikan surat permohonan izin berobat kliennya kepada majelis hakim dan jaksa dari KPK. Setelah menerima surat permohonan tersebut, I Ketut Suarta menyatakan untuk mempelajari permohonan tersebut. "Karena itu, sidang dilanjutkan, Rabu (1/5) depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa KPK," kata I Ketut Suarta. (trp/den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus