Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir Cabut Gugatan Praperadilan KPK

Senin, 17 Juni 2019

Sofyan Basir. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Tersangka kasus PLTU Riau-1 Sofyan Basir mencabut gugatan praperadilan terhadap KPK yang sudah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Surat pencabutan praperadilan dilayangkan Sofyan Basir melalui kuasa hukumnya. 

Kuasa hukum Sofyan Basir, Soesilo Aribowo beralasan, pencabutan dilakukan karena pihaknya ingin fokus pada persidangan pokok perkara. "Jadi tanggal 22 Mei yang diterima tanggal 24 mei, kami mengajukan permohonan pencabutan. Dengan pertimbangan untuk fokus ke pokok perkara," ujar Soesilo dalam persidangan di PN Jaksel, Jln Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Selain itu, Sofyan Basir mengaku telah menerima surat pelimpahan perkara kasusnya dari KPK. Komisi antirasuah tersebut telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau, Sofyan Basir, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menanggapi permohonan tersebut, majelis hakim yang dipimpin Agus Widodo, menerima pencabutan yang diajukan oleh pihak Sofyan Basir. "Menyatakan permohonan praperadilan yang terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor perkara 48/Pid.Pra/2019/PN.JKT.SEL dinyatakan dicabut," tutur Agus Widodo memutuskan.

Sebelumnya, Sofyan Basir mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) dengan nomor perkara 48/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL. Pengajuan itu tertera pada Rabu 8 Mei 2019.

KPK telah melimpahkan berkas perkara dugaan suap PLTU Riau-1, dengan tersangka Sofyan Basir ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Jumat, 14 Juni 2019. Penetapan tersangka Sofyan merupakan hasil pengembangan kasus PLTU Riau-1 sebelumnya.

Terkait kasus ini, KPK sebelumnya telah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Sofyan diduga bersama-sama membantu Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Kotjo untuk kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1. (*)



 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus