Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Kata Indra Muchlis, Jurnalis Mitra Dalam Membangun Daerah

Selasa, 08 Januari 2013


Berbagai keberhasilan yang telah diciptakan dalam menjalankan program pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir, menurut H Indra Muchlis Adnan, tidak terlepas dari peran serta dukungan media massa. Sehingga, apa saja kebijakan selama menjabat Bupati Inhil sejak tahun 2004, dapat diketahui masyarakat secara luas atas dukungan dan kinerja para jurnalis.

"Jurnalis itu mitra saya dalam membangun daerah. Semua pemberitaan yang disajikan media massa, baik sifatnya mendukung atau mengkritik selalu saya terima dan dijadikan sebagai bahan evaluasi," kata Indra yang juga hobi menulis dan telah menerbitkan beberapa buku, di antaranya 'Dari Serambi Hingga Papadaan'.

Tidaklah berlebihan, ketika acara Refleksi Akhir Tahun yang berlangsung minggu lalu, Katua PWI Riau, H Dheni Kurnia memuji sosok Indra dihadapan ratusan undangan yang hadir. Menurutnya, Indra yang juga bakal calon gubernur Riau ini dinilai sebagai salah satu tokoh muda yang sukses. Bahkan, jika saja tidak ada momen Pilkada tahun 2013 ini, mantan Ketua Golkar Riau itu bakal dianugerahkan penghargaan.
            
"Harus kita akui, sudah lama kita terpesona dan berencana memberikan penghargaan semacam Man of The Years. Akan tetapi setelah berdiskusi dengan beliau serta mempertimbangkan adanya momen Pilkada, niat itu kita urungkan. Tetapi hal itu tidak mengurangi keterpesonaan kita kepada Indra Muchlis Adnan," kata Dheni Kurnia.
 
Karena pentingnya peranan jurnalis, pada kesempatan itu Indra meneken fakta integritas 'Anti Korupsi' bersama PWI Riau. Hal yang sama juga telah dilakukannya terhadap semua jajarannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil. Bagi kalangan jurnalis yang bertugas di Negeri Seribu Jembatan, ada suatu ciri khas tersendiri yang selalu dilakukan Indra, yaitu menyapa jurnalis  dengan panggilan "Pak Wartawan". Biasanya panggilan itu dia ucapkan manakala bertemu atau berpapasan dengan kalangan jurnalis.
           
"Awalnya saya menduga beliau sombong dan kaku. Namun setelah bertemu dan berbincang, semua dugaan saya keliru besar. Beliau adalah bupati visioner dengan konsep pemikiran yang jauh ke depan, melampaui jangkauan tugasnya sebagai bupati," kata General Manejer Posmetro Indragiri, Saidul Tombang.
           
Pemikiran yang jauh ke depan itu, menurut Saidul, sangat jarang dimiliki oleh beberapa bupati maupun walikota yang pernah dia temui. Apa yang diungkapkan itu dinyatakannya bukan sebuah pujian, tapi sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Gagasan yang paling dipuji Saidul, yakni keberanian Indra memberdayakan desa dan memajukan dunia pendidikan. Namun demikian, semua gagasan yang brilian itu hanya akan tetap sebuah gagasan, apabila segenap jajarannya tidak bisa menerapkan di lapangan.
         
Itu pula yang  diakui sejumlah wartawan senior lainnya yang pernah bertugas di Indragiri Hilir. Menurut Yon Wahyudi, mantan wartawan Riau Pos, pemikiran Indra yang brilian tergambar dari banyaknya gagasan yang diciptakan serta diterapkannya selama menjabat Bupati Inhil. "Program Desa Mandiri yang digagas Pak Bupati sejak tahun 2006 lalu, membuktikan gagasan brilian yang dimilikinya dan dirasakan manfaatnya masyarakat," kata Yon.

Hal senada juga disampaikan Zulfadli, wartawan Metro Riau. Sekretaris PWI Inhil ini memuji langkah yang diambil Indra dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Inhil dengan mendirikan Universitas Islam Indragiri (Unisi) pertengahan tahun 2008 lalu. Hampir lima tahun berdiri, Unisi yang memiliki enam program studi itu, jumlah mahasisiwa saat ini mencapai tujuh ribu orang.

"Dengan adanya Unisi di Tembilahan, memberi kesempatan kepada semua putra putri Inhil untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tanpa harus ke Pekanbaru atau daerah lainnya yang membutuhkan biaya besar. Ide mendirikan Unisi ini sangat brilian dalam upaya meningkatkan SDM," papar Zulfadli.  

Dalam keseharian, sosok Indra yang tampil seadanya terkadang sering bercengkrama dengan sejumlah wartawan di warung kaki lima di sepanjang Jalan M Boya, Tembilahan. Indra selalu menjawab apa saja pertanyaan yang disampaikan wartawan, mulai dari masalah politik, ekonomi, pendidikan dan persoalan lainnya. Indra memang secara tegas mengurangi aturan protokeler yang menghambat dirinya bertemu langsung dengan siapa saja, termasuk kalangan jurnalis. (hr/satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus