Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Kata Menteri Pertanian tak Perlu Ekspansi Lahan Sawit

Kamis, 10 Januari 2013


PUSAKO-Menteri Pertanian, H Suswono mengatakan, produksi sawit rakyat di Indonesia masih tergolong rendah dibanding perkebunan swasta di negara lain, seperti Malaysia. Dalam hal ini, sebaiknya perkebunan sawit tidak perlu diekspansi atau penambahan lahan, karena yang paling penting adalah usaha meningkatkan produktifitas.

Hal itu diungkapkan Suswono ketika berkunjung dan melihat langsung kondisi lahan perkebunan sawit yang dibangun Pemerintah Kabupaten Siak di Kecamatan Pusako, Kamis (10/1). Pada kesempatan itu, Suswono juga mencanangkan program petani sawit Dosan sebagai petani berkelanjutan menuju sertifikasi RSPO.

Suswono sendiri juga menyempatkan diri berdialog dengan petani sawit Desa Dosan. Dalam dialog tersebut, Suswono menyebutkan, pengelolaan sawit ramah lingkungan adalah salah satu upaya menjawab pandangan negatif negara importir sawit yang menyebutkan, sawit tidak aman untuk dikonsumsi. Hal itu dinilai sebagai upaya untuk mengurangi pergerakan ekonomi negara-negara penghasil sawit.

Dikatakan, saat ini lahan sawit Indonesia sudah mencapai 8 juta hektare, atau jauh lebih banyak dari Malaysia yang hanya memiliki lahan seluas 4 juta hektare. Sementara kebutuhan dalam negeri hanya 8 juta ton, sedangkan hasil yang sudah dicapai sekarang mencapai 23 juta ton. Dalam hal ini, kata Suswono, pemerintah terus komit melakukan pembinaan petani dalam meningkatkan produktifitas.

"Jika produktifitas bisa ditingkatkan, maka tidak perlu lagi ada penambahan area. Karena dengan lahan yang ada sekarang, kita sebenarnya sudah bisa melebihi produksi Malaysia," tukasnya.

Sementara Bupati Siak, H Syamsuar menjelaskan, proses pembangunan kebun kelapa sawit bekerjasama dengan LSM Elang yang sejak beberapa tahun terakhir berhasil memberikan edukasi dan menerapkan sistem pelaksanaan pembangunan kebun kelapa sawit. "Kami berharap ini bisa menjadi contoh di Riau dan Indonesia, bagaimana membangun kelapa sawit bagi peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga terintegrasi dengan sistem ramah lingkungan. Sehingga pemanfaatan lahan gambut ini tidak hanya bisa diamanfaatkan oleh masyarakat tetapi juga penting untuk pemeliharaan alam secara berkelanjutan," ujarnya.

Bupati mengusulkan, pemerintah melalui Kementrian Pertanian bisa membangun jalan usaha tani. Karena sesuai dengan penjelasan BPK, pemerintah kabupaten tidak lagi bisa membantu mengingat masih ada pembiayaan pembangunan kebun kelapa sawit. Hal ini berkaitan dengan kondisi jalan perkebunan masyarakat yang masih perlu perhatian khusus. (ril/sya)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus