Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Kedatangan Jenazah Ipda Auzar Disambut Tangisan, Korban Ditabrak Teroris di Mapolda Riau

Rabu, 16 Mei 2018

Ipda Auzar semasa hidup dikenal sebagai orang yang taat beribadah. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Jenzah Ipda Auzar, anggota Ditlantas Polda Riau yang gugur saat menghadang mobil terduga teroris di Mapolda Riau tiba di rumah duka sekitar pukul 13.10 WIB. Jasad korban dibawa dari RS Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini Pekanbaru ke rumah duka di Jalan Bambu Kuning, Gang Bambu Kuning 1, Tenayaran Raya, Rabu (15/5/2018).

Isak tangis mewarnai keluarga korban saat jenazah sampai di rumah duka. "Iya baru datang jenazahnya dari RS Bhayangkara Polda Riau," kata Heru, tetangga korban.

Masyarakat sekitar tampak ramai menyambut kedatangan jenazah korban. "Ramai yang datang, warga sini sangat mengenal almarhum sebagai orang yang taat beribadah. Dia juga guru mengaji. Kabarnya habis salat asar baru dikebumikan," kata Heru.

Insha Allah Mati Syahid
Sementara itu, aktivis Alumni 212 sekaligus rekan alm Ipda Auzar, Kapitra Ampera ikut mendoakan Auzar. "Insha Allah dia mati syahid. Dia masuk surga, karena keseharian akhlaknya baik, ibadahnya baik dan terus mengerjakan hal baik," ujar Kapitra, Rabu (16/5/2018). 

"Dia dalam keadaan dinas dan terbunuh tanpa sebab. Barang siapa membunuh seorang mukmin maka dia masuk neraka Jahannam karena Allah melaknat," tuturnya. 

Kapitra mengaku mengenal baik Ipda Auzar sekitar 28 tahun lalu. Saat itu, Ipda Auzar bertugas sebagai polisi lalu lintas. Selama bertugas dia juga dikenal profesional dan berbuat baik. "Dia dulu Polantas, selalu memberikan pencerahan kepada orang. Jadi dia orang baik, sangat baik, lalu dibunuh ya mati syahid lah. Nggak perlu dimandikan lagi sebenarnya kalau mati syahid," ujar Kapitra. 

Ipda Auzar tewas karena berusaha menghadang mobil Avanza milik terduga teroris yang masuk ke halaman Polda Riau, di Jl Sudirman, Pekanbaru, Rabu (16/5/2018) pukul 09.00 WIB. Auzar berusaha menghadangnya di depan pintu masuk ke gedung Polda Riau. Dia menghadang, karena terlihat dari dalam mobil dua pria dengan samurai menyerang anggota polisi.

Keberaniannya menghadap mobil itu, akhirnya merenggut nyawanya. Ipda Auzar usai ditrabrak sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau. Tak lama setelah mendapat penanganan medis, Auzar mengembuskan napas terakhir. (*)



Editor : Boy Surya Hamta
Sumber : Detikcom


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus