Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Kejari Padang Panjang Tahan Istri Walikota Terkait Dugaan Korupsi ART

Rabu, 10 Januari 2018

Rumah Tahanan Negara Anak Air Padang. (Foto:Antara)

PADANG-Kejaksaan Negeri Kota Padang Panjang, Sumatera Barat secara resmi menahan istri Walikota setempat Maria Feronika atas kasus dugaan korupsi Anggaran Rumah Tangga (ART) di rumah dinas walikota. Maria sekarang ditahan di Rumah Tahanan Anak Air, Kota Padang.

"Penyerahan tersangka serta barang bukti dari penyidik polisi ke jaksa dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB. Pada tingkat penuntutan, kami melakukan penahan terhadap tersangka," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Padang Panjang Ekky, Selasa kemarin di Padang.

Hasil pantauan media, selain Maria terdapat tersangka lain yang ikut ditahan dalam kasus itu, yaitu Rici Lima Saza. Kedua tersangka digiring dari Padang Panjang dan tiba di Rumah Tahanan Klas IIB Padang sekitar pukul 18.00 WIB.

Begitu tiba di Rutan, kedua tersangka langsung menjalani proses administrasi. Maria Feronika tampak mengenakan kerudung merah jambu dan ditempatkan di sel khusus perempuan, sementara Rici Lima Saza di sel tahanan laki-laki Rutan Padang.

Menurut Ekky, tersangka akan ditahan dalam 20 hari ke depan, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan penyusunan surat dakwaan. "Ada lima jaksa yang menangani perkara ini, secepatnya berkas dakwaan akan diselesaikan sehingga perkara bisa dilimpahkan ke pengadilan," ulasnya.

Kasus yang menjerat kedua tersangka adalah dugaan korupsi anggaran lingkungan rumah dinas Walikota Padang Panjang tahun anggaran 2014-2015. Dimana kerugian keuangan negara dalam kasus itu disebut jaksa sebesar Rp160 juta lebih dengan modus pembayaran gaji pekerja di rumah dinas fiktif. "Kami tidak bisa menyebutkan secara rinci, intinya pekerja tidak ada, tapi pembayaran tetap dilakukan," katanya.

Tersangka Rici Lima Saza akan dijerat dengan pasal 2, pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sementara Maria Feronika dijerat dengan pasal yang sama, namun ditambah dengan Undang'undang Tindak Pencucian Uang (TPPU). 

Walikota Padang Panjang Hendri Arnis tampak hadir dan menunggu di pelataran Rutan Anak Air Padang sampai pukul 21.26 WIB. Namun dirinya secara halus menolak ketika akan dikonfirmasi wartawan. Selain orang nomor satu di Padang Panjang itu juga terlihat sejumlah kerabat yang beberapa di antaranya mengenakan seragam dinas Aparatur Sipil Negara. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus