Situs Portal Berita Riau
bintang florist
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus UtamaKejati akan Menahan Tersangka Kasus Kredit Macet BNI 46

Rabu, 17 April 2013 - 08:41:37 WIB


PEKANBARU-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sudah merubah materi penyidikan kasus kredit Bank Nasional Indonesia (BNI) 46 menjadi tindak pidana korupsi. Sekarang ini, Kejaksaan Tinggi Riau sedang menunggu pelimpahan berkas kasus tersebut untuk ditindaklanjuti.

Kejati Riau menilai, kasus yang merugikan negara Rp40 miliar itu merupakan kasus besar. Sehingga, tiga tersangka yang sudah terjerat dalam kasus tersebut akan langsung ditahan, kalau kasusnya berkasnya dinyatakan sudah lengkap atau P21.

"Kejati masih menunggu berkas dari penyidik Ditreskrimsus Polda Riau. Saat ini kami belum melakukan penahanan tersangka, karena kasus ini masih ditangani Ditreskrimsus Polda Riau. Kalau berkasnya sudah diserahkan, tersangkanya akan langsung ditahan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, Eddy Rakamto, Selasa (16/4) di Pekanbaru.

Sebelumnya, penyidik Polda Riau pernah memberikan berkas tersebut kepada Kejati. Karena masih ada kekurangan, Kejati mengembalikannya. Ada beberapa catatan dan petunjuk. Di antaranya, Kejati meminta penyidik merubah perkara ini dari perbankkan menjadi tindak pidana korupsi. Alasannya, BNI merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sehingga, keuangannnya merupakan milik negara.

Dalam kasus ini, penyidik Ditreskrimsus Polda telah menetapkan tiga pejabat BNI Cabang Pekanbaru sebagai tersangka. ketiganya berinisial, CM, DS dan AY. Ketiganya merupakan pejabat di BNI yang meloloskan dana pinjaman Rp 40 miliar ke sebuah perusahaan dengan alasan untuk mengembangkan bisnis perkebunan kelapa sawit senilai Rp40 miliar. Sebagai agunan, beberapa surat tanah diagadaikan.

Belakangan diketahui, ternyata banyak surat tanahnya fiktif. Malah sebagian lahan yang diklaim justru milik masyarakat. Anehnya pihak BNI dengan mudahnya mengabulkan kredit tersebut, tanpa melihat ke lapangan lahan yang dijadikan agunan. Sejauh ini, pihak kreditur belum ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara keberadaan tiga tersangka BNI tersebut masih belum diketahui. Polda yang ditanyai mengaku  tidak mengetahui keberadaan mereka. Apakah ketiganya masih pegawai BNI atau tidak dan apakah diberikan sanksi atau tidak, pihak BNI 46 belum bisa memastikan. "Sampai sekarang saya belum dapat informasi, coba saya cari tahu dulu, nanti saya kabari selanjutnya," kata Humas Kantor Wilayah PT BNI Provinsi Riau, Muin Fikri.

BNI menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian. "Kita mengikuti proses di Polda," ujarnya. Mengenai kredit bermasalah tersebut, menurut Muin, BNI punya aturan. "Satu di antara sekian banyak nasabah, kalau ada masalah berarti ada sesuatu, kita benar-benar menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian untuk mengungkap kasus itu," tukasnya. (btr/syu)


Berita terkait :


Terkini
Terpopuler




 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus