Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Kelompok Tani di Siak Terima Dana Hibah Replanting Sawit Rp25 Juta per Hektare

Rabu, 14 Februari 2018

Penandatanganan kesepakatan kerjasama. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Setelah melalui proses panjang, perjuangan Kelompok Tani (Poktan) Setia Rukun Dayun, Kabupaten Siak mulai membuahkan hasil. Sebab, mereka akan menerima bantuan dari Badan Pengelola Dana Pembangunan Kebun Kelapa Sawit (BPDPKS) di bawah Kementerian Keuangan.

Senin kemarin, BPDPKS, Bank Riau Kepri dan Kelompok Tani Setia Rukun Dayun telah menandatangani kesepakatan kerjasama di Kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau di Pekanbaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Siak Budiman Safari mengatakan, penandatanganan berkenaan dengan dana bantuan dari BPDPKS yang akan dikucurkan kepada Kelompok Tani Setia Rukun Dayun untuk menunjang program replanting (peremajaan kebun sawit). Dana bantuan dari BPDPKS akan segera masuk ke rekening Kelompok Tani sekitar 3 atau 4 hari ke depan.

“Bantuan dari BPDPKS berupa kucuran dana sebesar Rp25 juta kepada setiap seorang petani untuk ukuran satu hektare kebun,” ujar Budiman, Selasa kemarin.

Dijelaskan, luas lahan sawit nantinya akan dilakukan peremajaan seluas 109 hektare, terdiri dari total keseluruhan lahan Kelompok Tani Setia Rukun yang telah diajukan. “BPDPKS akan membantu dana Rp25 juta per hektare untuk peremajaan kebun sawit bagi seorang petani. Sedangkan usulan yang diajukan Kelompok Tani Setia Rukun Dayun, terdapat seluas 109 hektar yang diminta untuk dilakukan replanting,” papar Budiman.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah diajukan Kelompok Tani Setia Rukun ke BPDPKS, untuk biaya pengelolaan kebun sawit terhitung sejak masa penumbangan, penanaman, perawatan hingga berbuah kemudian dilampirkan anggaran sebesar Rp54 juta per hektare.

“Pemerintah Pusat membantu setengahnya untuk menutupi kekurangan biaya tersebut dan telah ditunjuk Bank Riau Kepri sebagai penjamin atau pemberi pinjaman kemudian ditambah dengan tabungan milik Kelompok Tani itu sendiri,” ulas mantan Kadis Kesehatan itu.

Dikatakan, potensi peremajaan kelapa sawit di Siak seluas 25.000 hektare terdiri dari eks Plasma PTPN V seluas 15.000 hektare dan eks Indosawit seluas 10.000 hektare dengan tahun tanam yang bervariasi mulai 1982-1989. 

Dari luasan tersebut yang telah dilakukan peremajaan di plasma eks PTPN V seluas 1.044 hektare tahun 2014 dan eks Plasma Indosawit seluas 310 hektare. “Replanting untuk Siak tahun 2018/2019 sebesar 1.316 hektare di Kecamatan Dayun, Koto gasib, Lubuk Dalam dan Kerinci kanan,” imbuhnya.

Kasi Produksi Perkebunan Dinas Pertanian dan Holtikultura Chandra Rivana menyebutkan, untuk memperoleh bantuan dana peremajaan sawit dari BPDPKS dapat dilakukan Kelompok Tani, Gapoktan, KUD dan organisasi pekebun yang memenuhi persyaratan.

“Untuk memenuhi persyaratan tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat. Butuh waktu 7-8 bulan mulai sosialisasi, persiapan adminitrasi petani, pengukuran koordinat lahan sampai rekomendasi dari Dinas Pertanian. Semua proses didampingi tim khusus peremajaan Dinas Pertanian,” ujar Chandra. (satria donald)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus