Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Keluarga Ini Diduga Keracunan AC Mobil Saat Istirahat di Kampar Riau, Satu Meninggal, Dua Kritis

Minggu, 05 Mei 2019

Anggota TNI berupaya mengevakuasi korban dari dalam mobil. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Satu keluarga di Kota Pekanbaru, Riau ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam mobil. Satu orang dipastikan meninggal dunia atas nama Faris Alfarab (14). Sementara ibu dan ayah korban, Farid (40) dan Noviantri (40) kini dalam kondisi kritis. 

Musibah itu terjadi diduga akibat AC (air conditioner) mereka bermasalah. Satu keluarga itu ditemukan terkapar dalam mobil Toyota Kijang Innova di depan Masjid AT-Taqwa di Jalan Lintas Riau-Sumbar, Kabupaten Kampar, Riau.

"Dalam musibah itu dipastikan satu orang meninggal dunia. Sementara dua lainnya sampai saat ini belum sadarkan diri. Mereka itu satu keluarga," ujar Kasubbag Humas Polres Kampar Iptu Deni Yusra, Sabtu (4/5/2019).

Dijelaskan, korban pertama kali ditemukan anggota TNI AD Serka Saty Darma dari Bataliyon 132 Salo, pagi tadi. Karena memang lokasi para korban ditemukan, berada di depan kesatuan tentara tersebut.

Kemudian anggota TNI yang curiga adanya mobil itu melihat ke dalam dari kaca. Di sana saksi melihat ada tiga orang yang berada di dalam mobil dimana dua orang berada di kursi depan dengan posisi kaki di atas dasboard dengan kondisi kaki puncat sementara seorang anak laki-laki juga terlihat di kursi belakang dalam posisi telentang.

Mendapati kondisi tersebut, Serka Saty Darma mencoba membuka pintu mobil untuk mengetahui kondisi korban dan berusaha memanggilnya. "Namun saat anggota Babinsa memanggil tidak ada yang menyahut. Saat itu salah satu korban tampak mengeluarkan busa dari mulutnya," imbuhnya.

Anggota TNI inipun kemudian melaporkan kejadian itu ke kesatuan dan melapor ke kepolisian. "Saat ditemukan, kondisi dua orang korban masih bergerak. Kemudian mereka dibawa ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Husada Bunda yang tidak jauh dari lokasi kejadian," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, mereka berangkat dari Pekanbaru menuju Sumatera Barat, Sabtu kemarin. Namun pukul 22.00 WIB keluarga kehilangan kontak. Untuk menuju Sumatera Barat mereka harus melewati Salo, Kampar. 

"Berdasarkan analisa awal, diduga para korban ini mengalami keracunan dari emisi gas buang mobil yang mereka tumpangi. Dimana pada saat beristirahat di dalam mobil dengan kondisi mesin dan AC mobil hidup," tukasnya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Sindonews


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus