Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Kemdikbud Sudah Optimal, Masih Ada Pemda yang Abai dengan Kesejahteraan Guru

Rabu, 29 November 2017

Masih ada pemerintah daerah abai dengan kesejahreraan guru. (Foto: Korpri)

JAKARTA-Saat ini masih ada pemerintah provinsi atau kabupaten/kota yang abai dalam memenuhi kesejahteraan guru. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah optimal dalam menyusun dan menyalurkan anggaran untuk kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Setiap tahun, Kemdikbud telah menyalurkan anggaran untuk tunjangan guru sebanyak Rp68 triliun ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Anggaran itu disiapkan untuk tunjangan profesi guru, tunjangan daerah khusus dan insentif.

Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Pendidikan Hamid Muhammad, Selasa kemarin menuturkan, saat ini, yang perlu disoroti adalah langkah pemerintah daerah dan yayasan penyelenggaraan pendidikan swasta dalam memenuhi kesejahteraan guru di daerahnya.

Dijelaskan, hal itu merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Pemerintah Daerah, pengganti UU Nomor 32 Tahun 2004 yang menjelaskan, pengelolaan pendidikan SMA/SMK berada di tangan Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sedangkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di tangan pemerintah kabupaten/kota.

"Nah yang perlu digarisbawahi itu, hanya sebagian pemda dan yayasan yg peduli terhadap kesejahteraan guru. Padahal kesejahteraan guru merupakan tanggung jawab langsung mereka," jelas Hamid seperti dilansir fokusriau.com dari republika.co.id.

Meski begitu, menurut Hamid, Kemdikbud tidak lepas tangan begitu saja. Koordinasi dan pemantauan kepada pemerintah daerah terus menerus dilakukan, baik melalui tatap muka atau melalui aplikasi daring.

Hanya saja, Hamid menyatakan, tidak semua daerah bisa kooperatif untuk menuntaskan persoalan pendidikan di daerahnya. Karenanya dia mengimbau semua pihak bisa kooperatif dan proaktif menangani masalah kesejahteraan guru, khususnya guru honorer di Indonesia. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus