Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Kemenag Kepri Imbau Umat Muslim Lakukan Salat Gerhana Bulan Malam Nanti

Rabu, 31 Januari 2018

Gerhana bulan total terjadi 31 Januari 2018. (Foto:Istimewa)

TANJUNGPINANG-Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau mengimbau seluruh umat muslim untuk melaksanakan salat khusuf, saat terjadi gerhana bulan, Rabu (31/1/2018).

Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal mengatakan, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gerhana bulan yang mulai terjadi pukul 18.48 WIB yang dapat dilihat hampir di seluruh Indonesia.

"Rabu ini bertepatan dengan 14 Jumadal Ula 1439 Hijriah mulai pukul 18:48 WIB. Di Indonesia akan terjadi gerhana bulan. Gerhana bulan total dapat dilihat pada pukul 20.28 WIB, dan berakhir pada 22.11 WIB," kata Marwin kepada wartawan di Tanjungpinang, siang tadi.

Dia mengimbau, saat terjadi gerhana bulan semua umat Islam melaksanakan salat sunah gerhana secara berjamaah. Selain itu, dalam kegiatan religi ini juga dilakukan khutbah sebagaimana yang pernah dilaksanakan Nabi Muhammad SAW.

Salat sunah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam melaksanakannya. Umat Islam juga dianjurkan untuk bertakbir terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat gerhana bulan tersebut.

"Kami anjurkan agar perbanyak zikir, sedekah dan melakukan kebajikan lainnya, salah satunya mendoakan keselamatan bangsa dan negara," ujar Marwin dikutip fokusRiau.com dari antara, Rabu (31/1/2018).

Dijelaskan, BMKG menyatakan gerhana bulan total terjadi saat posisi bumi berada antara bulan dan matahari. Bulan berada di bawah bayang bumi lantaran cahaya matahari terhalang bumi. 

Fenomena itu diistilahkan Badan Antariksa AS (NASA) sebagai "Super Blue Blood Moon". Kelangkaan terjadi karena itu gerhana bulan total bertepatan dengan supermoon" dan "blue moon. "Manfaatkan fenomena langka ini untuk beribadah dan tingkatkan amal ibadah. Ini yang dilakukan Rasulullah," tukasnya.
 
Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati berkata, posisi bumi yang berada segaris dengan matahari dan bulan mengakibatkan gravitasi bulan dan matahari terintegrasi. Akibatnya pasang air laut menjadi maksimal.

"Pasang air laut mencapai 1,5 meter, meski juga dapat terjadi air laut surut 100 sampai 110 sentimeter pada tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2018," kata Dwikorita di kompleks gedung BMKG, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Perubahan muka air laut tersebut akan terjadi di sejumlah tempat, antara lain di Sumatera Utara, Sumatera Barat, selatan Lampung, utara Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus